Home / Terpopuler

Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:47 WIB

KH Abbas Abdul Jamil Didorong Jadi Pahlawan Nasional, Tokoh Ulama Cirebon yang Menginspirasi Negeri

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Sosok ulama karismatik asal Buntet Pesantren, Cirebon, KH Abbas Abdul Jamil resmi diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Usulan tersebut mengemuka dalam gelaran istigasah dan seminar kebangsaan di Pendopo Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/5/2025).

Pengajuan ini menjadi wujud penghargaan atas peran besar Kiai Abbas dalam perjuangan kemerdekaan serta inovasi pendidikan pesantren di Indonesia.

KH Mustahdi Abdullah Abbas, cucu dari Kiai Abbas, mewakili keluarga menyampaikan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar penghormatan simbolik, melainkan bagian dari upaya menjaga semangat perjuangan yang diwariskan leluhurnya.

“Bagi Kiai Abbas, gelar bukanlah hal penting. Namun bagi kami, generasi penerus, ini penting agar semangat dan nilai perjuangan beliau tetap hidup dan menginspirasi bangsa,” ungkap Mustahdi dalam sambutannya.

Baca juga  Gelar Pahlawan Nasional untuk Kakek Presiden Prabowo Ditunda! Ini Alasannya

KH Abbas dikenal sebagai tokoh penting dalam peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya. Meski telah berusia lanjut, beliau rela menempuh perjalanan panjang dari Cirebon ke Surabaya untuk membela kemerdekaan Republik Indonesia.

“Perjalanan beliau sudah cukup jauh untuk membolehkan qashar salat, tapi bukan itu alasan utama. Ini tentang kehormatan bangsa yang harus dipertahankan,” ujar Mustahdi.

Di luar medan pertempuran, kontribusi Kiai Abbas dalam dunia pendidikan juga sangat signifikan. Sejak 1920-an, ia mulai memperkenalkan sistem pendidikan klasikal di pesantren, menggantikan metode tradisional seperti sorogan dan wetonan. Ia juga memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum madrasah, membuka jalan integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern.

Baca juga  Siasat Biadab Guru Oknum Guru Ngaji Cabuli Belasan Muridnya

Dari tangan dingin KH Abbas, lahir tokoh-tokoh besar seperti KH Ibrahim Hosen (Ketua MUI Bidang Fatwa), KH Tubagus Sholeh Ma’mun, dan KH Jawahir Dahlan. Ketiganya menjadi pelopor dalam pengembangan pemikiran Islam dan organisasi keulamaan, termasuk pendirian Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama.

Tak hanya itu, Kiai Abbas aktif dalam kepengurusan NU baik di tingkat lokal maupun nasional, memperkuat peran ulama sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), Mohammad Fathi Royyani, menyatakan bahwa dokumen usulan Kiai Abbas telah memenuhi seluruh syarat administratif dan historis. Bahkan sejumlah arsip dari Belanda dan media internasional seperti New York Times turut melengkapi proses ini.

“Nama Kiai Abbas kini telah diabadikan dalam berbagai fasilitas publik seperti masjid, musala, hingga gedung asrama haji,” ungkap Fathi yang juga peneliti dari BRIN.

Baca juga  Jangan Lewatkan! SPMB SMA/SMK Jabar 2025 Tahap 1 Dibuka 10 Juni

Sementara itu, KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan bahwa kelengkapan berkas Kiai Abbas adalah yang paling komprehensif dibandingkan tokoh lain yang diusulkan.

Penjabat Ketua YLPI Buntet Pesantren, KH Aris Ni’matullah, menyebut bahwa gelar Pahlawan Nasional bagi KH Abbas merupakan bentuk bakti dari para murid terhadap guru yang telah memberikan kontribusi besar bagi agama dan negara.

“Kiai Abbas tidak pernah meminta balasan. Tapi kita sebagai santrinya punya tanggung jawab menempatkan beliau di posisi yang layak sebagai teladan umat,” tuturnya.

Usulan ini menjadi bagian dari gerakan kolektif masyarakat Cirebon dan bangsa Indonesia dalam merawat sejarah serta meneladani perjuangan ulama dalam membangun negeri.

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Gara-gara Bohongi Masyarakat dan Lakukan Pelanggaran Berat, Ratusan Pendamping PKH Diberhentikan Kemensos!

Indramayu

Pelaku Sebenarnya Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Belum Juga Ditangkap, Toni RM Tuntut Kapolres Indramayu Mundur

Terpopuler

Viral! Kritik Sampah di Facebook Berujung Surat Pernyataan Bermaterai di Karangampel Indramayu

Terpopuler

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Awali Tugas dengan Semangat dan Optimisme

Indramayu

Aset Melonjak! Bupati Lucky Hakim Tak Lapor LHKPN KPK Sejak Jadi Bupati: Syaefudin Justru Rutin Lapor Hingga Sekarang

Terpopuler

Panglima TNI Keluarkan Perintah Siaga I, Pasukan Diminta Siap Tempur

Hukum

Rafik Alias Ganden Mangkir Dua Kali, Polisi Siapkan Gelar Perkara Atas Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

Terpopuler

KPK Ingatkan ASN, Mobil Dinas Dilarang Dipakai untuk Mudik Lebaran