Suaradermayu.com – Salawat Al Fatih merupakan salah satu bentuk salawat yang sangat populer di kalangan umat Islam, khususnya para pecinta tarekat dan pengamal zikir. Salawat yang dikenal memiliki banyak keutamaan ini berasal dari ajaran Syekh Ahmad Al-Tijani, seorang wali besar yang hidup pada abad ke-18.
Syekh Ahmad Al-Tijani lahir pada tahun 1737 Masehi atau 1150 Hijriah di Ain Madi, sebuah desa di Aljazair. Beliau dikenal sebagai ulama besar yang memiliki garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, tepatnya melalui Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW.
Semasa hidupnya, Syekh Ahmad Al-Tijani dikenal sebagai pendiri Tarekat Tijaniyah, salah satu tarekat sufi yang tersebar luas di Afrika, Timur Tengah, bahkan hingga Asia Tenggara. Beliau wafat pada tahun 1230 Hijriah dan dimakamkan di Fez, Maroko.
Diajarkan Langsung Oleh Nabi Muhammad SAW
Salah satu hal yang membuat Salawat Al Fatih begitu istimewa adalah proses pewarisannya. Syekh Ahmad Al-Tijani mengaku bahwa beliau mendapat ajaran Salawat Al Fatih langsung dari Nabi Muhammad SAW, bukan dalam mimpi, melainkan dalam keadaan jaga.
Dalam perjumpaan tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan lafaz Salawat Al Fatih berikut ini:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ۞
Artinya:
“Ya Allah, curahkanlah salawat atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah mencurahkan kepada beliau, keluarganya, dan seluruh sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaan-Nya yang Maha Agung.”
Keutamaan Dahsyat Salawat Al Fatih
Menurut Syekh Ahmad Al-Tijani, Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengamalkan dan mengajarkan Salawat Al Fatih. Bahkan Nabi SAW menjelaskan bahwa satu kali membaca Salawat Al Fatih setara dengan membaca Al-Qur’an enam kali.
Tak hanya itu, dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa satu kali membaca Salawat Al Fatih pahalanya setara dengan seluruh tasbih, zikir, doa-doa kecil maupun besar, dan membaca Al-Qur’an sebanyak 6.000 kali. Karena Salawat ini termasuk zikir yang paling utama.
Dalam sabdanya kepada Syekh Ahmad Al-Tijani, Rasulullah SAW juga menegaskan:
“Tidaklah seseorang membaca salawat kepadaku dengan salawat yang paling utama, melainkan ia membaca dengan Salawat Al Fatih.”
Jaminan Husnul Khotimah dan Keselamatan Kubur
Keistimewaan Salawat Al Fatih tak berhenti di situ. Para pengamalnya diyakini akan mendapatkan berbagai keutamaan akhirat, di antaranya:
✅ Tidak akan ditanyai oleh Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.
✅ Terhindar dari pedihnya sakaratul maut.
✅ Alam kuburnya terang benderang.
✅ Dijamin mendapatkan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik).
✅ Bernaung di bawah Arsy Allah SWT pada hari kiamat.
✅ Cepat melewati Shirathal Mustaqim.
✅ Masuk surga bersama Nabi Muhammad SAW.
Diamalkan Para Ulama dan Pecinta Rasulullah
Hingga kini, Salawat Al Fatih tetap diamalkan luas oleh umat Islam di seluruh dunia, terutama kalangan pecinta tarekat dan para pengamal zikir. Di Indonesia sendiri, banyak majelis dzikir, pondok pesantren, dan komunitas tarekat yang rutin membaca Salawat Al Fatih sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan untuk memperoleh keutamaannya.
Meski demikian, sebagai bentuk pengamalan, penting untuk tetap menjunjung tinggi adab, tidak merasa lebih baik dari orang lain, serta tetap memperdalam pengetahuan agama sesuai tuntunan ulama ahlussunnah wal jamaah.
Membaca salawat adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Salawat Al Fatih menjadi salah satu jalan untuk memperbanyak salawat, mengenang Nabi Muhammad SAW, dan berharap mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak.
Mari perbanyak membaca Salawat Al Fatih, semoga kita semua mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan husnul khotimah.


























