Home / Ragam / Indramayu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:49 WIB

Refleksi Harlah NU, Ketua PCNU Indramayu KH Muhammad Mustofa Ajak Nahdliyin Perkuat Khidmah dan Persatuan

Acara Refleksi Harlah NU ke-100 Masehi di Aula Hotel Prima, Indramayu, Sabtu (14/2/2026)

Acara Refleksi Harlah NU ke-100 Masehi di Aula Hotel Prima, Indramayu, Sabtu (14/2/2026)

Suaradermayu.com – Momentum Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh warga Nahdliyin untuk menilai kembali peran dan kontribusi mereka bagi umat dan bangsa. Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Indramayu, KH Muhammad Mustofa, dalam pernyataan refleksi Harlah NU.

Menurutnya, peringatan hari lahir organisasi harus dimaknai sebagai momentum bermuhasabah: sejauh mana perjuangan para pendiri telah dilanjutkan, serta apa yang perlu dipersiapkan untuk menjawab tantangan masa depan.

“NU lahir dari kegelisahan para ulama dalam menjaga ajaran Islam yang moderat, ramah, dan menghargai tradisi. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, semangat tersebut tetap relevan — bahkan semakin dibutuhkan,” ujarnya di Aula Hotel Prima Indramayu, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga  Bupati Indramayu Sampaikan Aspirasi KOMPI ke Pemerintah Pusat Soal Penolakan Revitalisasi Tambak

NU sebagai Penyejuk dan Perekat Bangsa

KH Muhammad Mustofa menegaskan bahwa NU memiliki peran strategis sebagai penyejuk dan perekat persatuan. Organisasi ini hadir untuk menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan kebangsaan, sekaligus merawat harmoni di tengah keberagaman.

Ia mengajak warga Nahdliyin untuk merefleksikan diri melalui sejumlah pertanyaan mendasar:

Apakah sudah menjaga ukhuwah dan persaudaraan?

Sudahkah mengamalkan nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil)?

Baca juga  Pemkab Indramayu Respons Cepat Bantu Korban Banjir di Desa Cikawung

Mampukah menjadi teladan di tengah masyarakat?

Kekuatan NU Ada pada Keikhlasan Berkhidmah

Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya jumlah jamaah, tetapi pada keikhlasan dalam berkhidmah. Peran pesantren, majelis taklim, hingga pelayanan sosial menjadi wujud nyata dakwah yang menebar rahmat bagi semesta.

“Dari pesantren hingga pelayanan sosial, semua adalah bentuk dakwah yang menghadirkan rahmat bagi masyarakat,” tegasnya.

Tantangan Zaman dan Kaderisasi

Ia juga menyoroti tantangan masa depan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika pemikiran keagamaan. Karena itu, NU membutuhkan kader yang berilmu, berakhlak, adaptif, serta tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

Baca juga  Keras! Prabowo Perintahkan Penutupan Dapur MBG yang Melenceng dari Aturan

Tiga Tekad Harlah NU

Dalam refleksi Harlah, KH Muhammad Mustofa mengajak seluruh warga Nahdliyin meneguhkan tiga tekad utama:

Meneguhkan khidmah — mengabdi tanpa pamrih untuk umat.

Memperkuat persatuan — merawat kebersamaan di tengah perbedaan.

Menyiapkan generasi penerus — memastikan estafet perjuangan tetap berjalan.

Ia berharap peringatan Harlah NU tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi energi spiritual untuk memperkokoh ibadah, pengabdian, dan upaya menjaga harmoni negeri.

“Semoga Harlah ini menjadi momentum memperkuat langkah kita dalam beribadah, berkhidmah, dan menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (Abdul Syukur)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Lucky Hakim Resmi Nakhodai Partai NasDem Indramayu

Indramayu

Satpol PP Indramayu Beralasan Razia Bandar Miras Terganjal Harus Izin Pengadilan, LBH Ghazanfar: Itu Alasan Dibuat-buat Agar Bandar Tak Tersentuh!

Indramayu

Pemenang Pilkada Indramayu, IWO Indramayu Ucapkan Selamat kepada Paslon Lucky Hakim-Syaefudin

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Serahkan SK Pengangkatan Kepala Sekolah kepada 214 Guru di Indramayu

Indramayu

Lahir Tanpa Anus dan Rahim, Bayi di Indramayu Ini Bikin Haru Warganet: Orang Tuanya Sempat Putus Asa
Wakil Bupati Lucky Hakim

Indramayu

Lucky Hakim Bantah Disebut Jarang Ngantor, Pertanyakan Parameter Penilaian

Indramayu

Tuntutan Mati Jaksa Nyasar, LBH Ghazanfar Sebut Bukti CCTV & HP di Sidang Paoman Hanya “Sampah Liar”

Indramayu

Mengenal Sosok Pasangan Lucky Hakim : Syaefudin ‘REANG’ Banget