Suaradermayu.com — Misteri hilangnya Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, kembali menyita perhatian publik.
Setelah namanya berkali-kali disebut dalam persidangan sebagai sosok penting di balik kasus berdarah itu, kini muncul fakta baru yang membuat tanda tanya semakin besar: dana pensiun atas nama Aman Yani disebut masih aktif hingga sekarang.
Fakta mengejutkan itu diungkap langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi meminta aparat kepolisian bergerak cepat mencari keberadaan Aman Yani karena ada dugaan pencairan dana pensiun dilakukan menggunakan identitas yang telah dimanipulasi.
“Aman Yani mendapat dana pensiun dari BJB sebesar Rp3,2 juta lebih. Bahkan ada pencairan awal sekitar Rp114 juta yang dimasukkan ke rekening BRI,” kata Dedi, Senin (11/5/2026).
Menurut Dedi, informasi itu diperoleh dari dua orang saksi yang datang langsung menemuinya. Dari keterangan saksi tersebut, muncul dugaan bahwa uang pensiun itu bukan dicairkan langsung oleh Aman Yani, melainkan oleh pihak lain yang diduga mengubah identitas pemilik rekening.
“Kalau berdasarkan keterangan saksi, uang itu dicairkan bukan oleh Aman Yani, tetapi dengan merubah KTP Aman Yani,” ujar Dedi.
Tak hanya itu, Dedi juga mengungkap adanya beberapa transaksi lanjutan setelah pencairan awal dilakukan. Namun transaksi kemudian berhenti karena ATM yang digunakan disebut sudah kadaluarsa. Meski begitu, dana pensiun itu dikabarkan masih menyisakan saldo hingga saat ini.
“Nah setelah itu ada pencairan-pencairan, tapi kelihatannya ATM-nya kadaluarsa sehingga uangnya tidak bisa dicairkan lagi. Katanya masih ada sisa,” katanya lagi.
Nama Aman Yani sendiri belakangan menjadi pusat perhatian dalam sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman. Dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, secara terbuka menyebut Aman Yani sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut. Namun hingga kini, sosok yang disebut hilang sejak tahun 2016 itu belum pernah ditemukan.
Munculnya dugaan dana pensiun yang masih aktif membuat publik semakin curiga ada fakta besar yang belum terungkap dalam kasus ini. Apalagi berbagai kejanggalan mulai dari dugaan rekayasa perkara, tudingan penyiksaan terhadap terdakwa, hingga hilangnya Aman Yani terus menjadi sorotan tajam masyarakat.
Kini publik menanti langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas keberadaan Aman Yani sekaligus membongkar siapa pihak yang diduga menikmati dana pensiun atas nama sosok misterius tersebut. (Faisal)


























