Suaradermayu.com – Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules, secara tegas melarang anggotanya untuk membuat proposal atau meminta tunjangan hari raya (THR) kepada pengusaha. Ia bahkan mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi kader yang melanggar aturan tersebut.
“Saya larang keras untuk bikin proposal. Saya larang keras GRIB untuk meminta-minta,” ujar Hercules dalam pernyataannya pada Sabtu (22/3/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika ada ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) atau ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tetap mengajukan proposal, maka sanksinya adalah pemecatan langsung.
Hercules juga menyoroti praktik oknum organisasi masyarakat (ormas) yang meminta THR kepada pengusaha dengan cara mengancam. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak dibenarkan karena dapat mengganggu perekonomian dan menurunkan kepercayaan investor.
“Kita harus menciptakan iklim investasi yang sehat. Jangan sampai tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab merugikan dunia usaha dan ekonomi nasional,” tegasnya.
Selain itu, Hercules mengajak seluruh ormas untuk mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bangsa. Ia menilai bahwa perbedaan pendapat yang terjadi sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap kebijakan pemerintah.
“Kami yakin kita bisa bekerja sama. Saya mengajak teman-teman yang masih kurang paham dan berseberangan dengan pemerintah, marilah dukung program pemerintah. Dukung Pak Presiden,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyerukan kepada seluruh ormas untuk mendukung tugas-tugas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dukung program-program Polri dan TNI. Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan negara yang aman, nyaman, dan damai,” tutupnya.


























