Suaradermayu.com – Suasana duka menyelimuti Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah warga menemukan lima jenazah satu keluarga terkubur dalam satu liang di halaman rumah bercat merah muda. Peristiwa ini pertama kali terungkap berkat keberanian seorang kerabat yang curiga lantaran rumah korban mendadak sepi tanpa aktivitas.
Awal Kecurigaan Warga
Ema (55), kerabat dekat korban, menjadi saksi kunci. Ia mengaku mencium bau tak sedap sejak beberapa hari sebelum kejadian terbongkar. Kecurigaan makin kuat ketika keluarga Haji Sachroni (76) tidak bisa dihubungi, padahal biasanya selalu berinteraksi dengan tetangga.
“Rumah terkunci, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Begitu masuk ke halaman, bau busuk sangat menyengat. Saat mendekati gundukan tanah di bawah pohon nangka, saya melihat jelas kaki manusia muncul dari dalam tanah. Itu jasad Haji Sachroni,” ungkap Ema dengan suara bergetar, Rabu (3/9/2025).
Polisi Temukan Lima Jenazah Sekaligus
Penemuan itu langsung dilaporkan ke polisi. Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, petugas melakukan penggalian. Hasilnya membuat warga syok: lima jenazah sekaligus ditemukan dalam satu liang.
Identitas korban terdiri dari:
Haji Sachroni (76)
Budi Awaludin (40), anak korban
Euis Juwita Sari (37), menantu korban
Seorang anak berusia 7 tahun
Bayi berusia 10 bulan
“Yang saya lihat pertama hanya jasad Haji Sachroni. Selebihnya dievakuasi oleh polisi. Rasanya sampai sekarang saya masih tidak percaya,” tambah Ema.
Jejak Aneh Sebelum Penemuan
Tetangga korban, Sohib (42), turut membenarkan adanya kejanggalan. Menurutnya, komunikasi keluarga Sachroni dengan warga terputus sejak Kamis (28/8/2025). Pesan singkat maupun panggilan telepon tidak mendapat jawaban.
Ia juga mengingat ada dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban pada Sabtu dini hari (30/8). Saat itu, warga tidak menaruh curiga. Namun setelah jenazah ditemukan, barulah mereka merasa kejadian tersebut bisa berkaitan.
“Semua baru nyambung setelah tahu ada korban terkubur. Sangat mengerikan,” kata Sohib.
Harapan Warga untuk Polisi
Tragedi ini menimbulkan luka mendalam, terlebih karena salah satu korban masih bayi berusia 10 bulan. Warga berharap kepolisian bergerak cepat mengungkap motif dan pelaku yang tega menghabisi nyawa satu keluarga.
“Kami hanya ingin keadilan. Semoga polisi segera menemukan jawaban,” ucap Sohib.
Polres Indramayu sendiri telah berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mengusut kasus ini. Proses autopsi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung guna memastikan penyebab kematian para korban.


























