Home / Terpopuler

Sabtu, 1 Maret 2025 - 04:36 WIB

Jaksa Azam Akhmad Akhsya Terlibat Korupsi Rp 11,5 Miliar, Terancam Dipecat

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Jaksa Azam Akhmad Akhsya (AZ) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi uang barang bukti dalam perkara investasi bodong Robot Trading Fahrenheit. Azam diduga menilap uang senilai Rp 11,5 miliar, yang seharusnya dikembalikan kepada para korban.

Perkara ini bermula pada Desember 2023, ketika Azam mengeksekusi pengembalian barang bukti sebesar Rp 61,4 miliar kepada 1.500 korban. Namun, dua kuasa hukum korban, berinisial BG dan OS, diduga membujuk Azam agar tidak mengembalikan seluruh uang tersebut.

Baca juga  Sekolah Rakyat Indramayu Akan Berdiri di Atas 10 Hektare, Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jakarta, Patris Yusian Jaya, mengungkapkan bahwa Azam hanya mengembalikan Rp 38,2 miliar dari total dana yang ada. Sisanya, sebesar Rp 23,2 miliar, diduga diselewengkan oleh Azam bersama dua kuasa hukum korban.

“Sebagian uang yang tidak dikembalikan, sebesar Rp 11,5 miliar, diterima oleh jaksa AZ, sementara sisanya diambil oleh BG dan OS,” ujar Patris.

Akibat perbuatannya, Azam kini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan. Selain Azam, BG juga telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara OS masih dalam pemeriksaan sebagai saksi.

Baca juga  Ketua Pembina Yayasan Griya Aswaja Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Penuh Haru dan Kebahagiaan

Azam dijerat dengan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf e, Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, BG disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b, serta Pasal 13 UU yang sama.

Baca juga  Air Mata di Balik Kursi Dewan: Anggi Noviah Gugat Cerai Usai Diduga Disakiti Suami

Menanggapi kasus ini, Kejaksaan Tinggi Jakarta memastikan bahwa status kepegawaian Azam sedang diproses untuk pencopotan.

“Mengenai status kepegawaian dan lain-lain, pencopotan sedang dalam proses sesuai mekanisme yang ada,” kata Patris.

Diketahui, saat kejadian, Azam menjabat sebagai Kasubsi Seksi Barang Bukti di Kejari Jakarta Barat, sebelum akhirnya dimutasi ke Kejari Landak, Kalimantan Barat, sebagai Kasi Intel.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang praktik korupsi di lingkungan aparat penegak hukum. Kejaksaan memastikan akan terus mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

Share :

Baca Juga

Indramayu

LBH Ghazanfar Sebut CCTV “Sampah” Diputar Tanpa Labfor & Izin Resmi di Sidang Paoman

Terpopuler

Hari Jadi Indramayu ke-497, Melesat Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Industri

Indramayu

PDAM Indramayu Gelar Ikrar Komitmen Pelayanan Pelanggan dan Pencanangan Zona Integritas

Terpopuler

Di Tengah Kemiskinan Indramayu: Muncul Dugaan Bupati Lucky Hakim Sengaja Sembunyikan Aset Kekayaan

Edukasi

Nikita Mirzani Ditahan Terkait Dugaan Pemerasan Rp 4 Miliar, Tetap Santai dan Lempar Senyum

Terpopuler

LSP POLRI Gandeng BNSP Tingkatkan Sertifikasi: Menuju Standar Kompetensi Terbaik di Polri

Terpopuler

UMK Indramayu 2025 Rp 2,7 Juta, Tertinggi di Ciayumajakuning

Terpopuler

Pemkab Indramayu dan BAZNAS Gencarkan Sosialisasi Zakat Ramadan 2025