Suaradermayu.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengeluarkan pernyataan tegas yang menggetarkan seluruh pemerintahan desa di Kabupaten Indramayu. Ia menyatakan siap melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di seluruh desa. Tujuannya jelas: memastikan uang rakyat digunakan dengan benar, bukan diselewengkan untuk kepentingan pribadi.
“Desa-desa lain tentu akan diaudit. Pada dasarnya semua desa yang menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu uang ini dipakai untuk apa,” tegas Lucky Hakim saat dihadapan awak media di Pendopo Indramayu, Senin (14/4/2025).
Menurut Lucky, transparansi anggaran adalah harga mati. Untuk itu, dirinya telah menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Indramayu agar menelusuri aliran dana desa.
“Caranya bagaimana supaya rakyat tahu? Maka menunjuk yang namanya inspektorat untuk cari tahu uangnya rakyat itu dipakai buat apa?” tambahnya.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Bupati Lucky menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan kepada Kuwu Kedokan Agung, Jumhana Budi Raharjo. Berdasarkan hasil audit, Jumhana diduga melakukan penyelewengan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dengan nilai fantastis, yakni sekitar Rp400 juta.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Indramayu Nomor: 100.3.3.2/Kep.237/DPMD/2025 yang resmi ditandatangani pada Kamis, 10 April 2025.
“Landasan hukumnya sudah ada, sehingga yang bersangkutan dilakukan pemberhentian sementara,” kata Lucky.
Bupati yang dikenal vokal itu menegaskan bahwa masyarakat Indramayu memiliki hak untuk mengetahui kemana larinya uang negara yang bersumber dari pajak yang mereka bayarkan dengan susah payah.
“Artinya uang yang bermiliar-miliar ini dipakai buat apa? Maka auditor itu turun, bukan karena sentimen pribadi tapi memang tugasnya seperti itu,” tegasnya lagi.
Tak hanya itu, Lucky juga mengungkapkan bahwa dirinya banyak menerima laporan dari warga yang mencurigai adanya penyelewengan dana di desanya masing-masing. Pemkab Indramayu pun akan memprioritaskan audit di desa-desa dengan jumlah pengaduan terbanyak dan risiko kerugian negara yang paling tinggi.
“Kami tidak bisa menghukum orang kalau orang itu tidak bersalah, maka untuk tahu bersalah atau tidak harus dihitung (diaudit),” pungkasnya.
Langkah Bupati Lucky ini diharapkan menjadi tamparan keras bagi para aparat desa yang coba-coba bermain-main dengan dana rakyat. Indramayu bersih, bukan sekadar slogan—tapi sebuah misi nyata.

























