Home / Indramayu

Senin, 10 November 2025 - 12:29 WIB

Indramayu Jadi Kota Wakaf Pertama di Jawa Barat, Dorong Ekonomi Umat Lewat Gerakan REANG

Suaradermayu.com – Kabupaten Indramayu mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, daerah yang dikenal dengan semboyan Remaja Indramayu ini resmi meluncurkan Program Kota Wakaf, sebuah gerakan besar yang menggabungkan nilai religius, ekonomi kerakyatan, dan semangat gotong royong.

Mengusung tema “Gerakan Wakaf Uang Menuju Indramayu REANG”, kegiatan Kick Off ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan strategi pembangunan berbasis spiritual yang diarahkan untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi umat.

Wakaf Bukan Hanya Amal, Tapi Strategi Pembangunan

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, semangat Kota Wakaf menjadi cerminan visi besar Indramayu REANG — Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.
Menurutnya, wakaf tak lagi sebatas amal jariyah individual, melainkan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan lembaga terkait untuk bergandengan tangan demi kesuksesan program Kota Wakaf,” ujar Lucky Hakim dalam sambutannya.

Baca juga  Ushj Dialambaqa (Oo) Tuding Direksi Baru PDAM Produk Nepotisme, Bupati Lucky: Laporkan Saja

Ia berharap, gerakan ini membawa manfaat luas, menjadi berkah bagi masyarakat, serta bisa menjadi model inspiratif bagi kabupaten lain di Indonesia.

Gerakan Kemandirian Umat Tanpa Dana APBD

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, menegaskan bahwa program Kota Wakaf tidak bersumber dari dana APBD.
Gerakan ini lahir dari semangat kemandirian umat — masyarakat yang berinisiatif untuk membangun ekonomi sendiri dengan memanfaatkan potensi zakat dan wakaf.

Data terbaru mencatat, pada tahun 2025 Indramayu memiliki 2.281 titik wakaf seluas 3,14 juta meter persegi, ditambah 73 bidang tanah wakaf baru dengan total 163.656 meter persegi. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berwakaf produktif.

“Kini lahan produktif seperti kebun, rumah, dan tanah bisa diwakafkan selama dikelola secara profesional dan transparan, agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkap Prof. Waryono.

Baca juga  Jejak Duo Pencuri Emas di Indramayu: Dari Brankas Toko Mas Hingga Ditangkap Polisi

Ia juga mengingatkan agar BAZNAS Indramayu dan lembaga amil zakat lainnya berperan sebagai simpul integrasi untuk memastikan pengelolaan wakaf tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Sinergi Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Kerakyatan

Salah satu inovasi dari gerakan ini adalah pemberdayaan keluarga berbasis zakat dan wakaf yang akan dikelola oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi umat melalui usaha mikro dan kegiatan sosial, sejalan dengan pilar Ekonomi Kerakyatan dalam visi Indramayu REANG.

“Keluarga yang kuat dan mandiri akan menjadi pondasi bagi masyarakat yang sejahtera. Dan itu bisa dimulai dari pengelolaan zakat dan wakaf yang efektif,” tambah Prof. Waryono.

Baca juga  Pemkab Indramayu Optimalkan Zakat untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Apresiasi Kemenag: Indramayu Pionir Kota Wakaf di Jawa Barat

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, turut memberikan apresiasi atas lahirnya program ini.
Menurutnya, Indramayu berhasil menjadi pelopor gerakan wakaf daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pada kegiatan seremonial.

“Dengan arahan dari Bupati Indramayu, program Kota Wakaf menjadi langkah besar dalam memperkuat komitmen terhadap gerakan zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat,” ujar Dudu Rohman.

Dari Lelang Digital hingga Santunan Sosial

Sebagai penutup acara, dilakukan lelang amal zakat digital, penyerahan program inkubasi wakaf produktif senilai Rp150 juta, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta penyerahan 25 sertifikat tanah wakaf.

Momentum ini menandai babak baru bagi Indramayu — bukan hanya sebagai daerah agraris, tetapi juga pusat gerakan wakaf produktif pertama di Jawa Barat yang menempatkan nilai religius sebagai fondasi pembangunan ekonomi umat. (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Resmi! Almak Terpilih Aklamasi Jadi Pjs Ketua FKJI, Siap Bawa Wartawan Indramayu Makin Solid

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Tegaskan: CSR Harus Bawa Dampak Nyata bagi Masyarakat Indramayu

Indramayu

Bupati Indramayu Beri Bantuan Kepada Korban Puting Beliung di Gantar

Indramayu

Warga Geruduk Galian Tanah Merah Diduga Ilegal di Cikedung, LBH Ghazanfar : Pemkab Harus Tindak Tegas 

Indramayu

Mantan Anggota DPRD Indramayu Korban TPPO di Myanmar Dipulangkan ke Indonesia

Indramayu

Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Sholihin : Tuntutan Aliansi Santri Gus Dur Terbukti

Indramayu

Bentrokan Pendukung Calon Kuwu di Sudimampir Memanas, Polisi-TNI Sigap Redam Kericuhan

Indramayu

Polres Indramayu Bedah Rumah Derita Carwadi Jadi Rumah Layak Huni