Home / Peristiwa / Terpopuler

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:54 WIB

Viral! Tanpa Mobil Jenazah, Warga Indramayu Tandu Mayat Pakai Sarung Lewati Jembatan Bambu

Tangkapan layar : Warga menandu jenazah hanya dengan sarung yang diikat pada dua batang bambu panjang

Tangkapan layar : Warga menandu jenazah hanya dengan sarung yang diikat pada dua batang bambu panjang

Suaradermayu.com – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman seorang warga di Blok Empang, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Tidak seperti pemakaman pada umumnya yang menggunakan mobil jenazah atau keranda, warga setempat menandu jenazah hanya dengan sarung yang diikat pada dua batang bambu panjang.

Baca Juga : Viral! Dua Kakak Beradik Buang Ibu Kandung ke Panti Jompo, Minta Tak Diberi Kabar Jika Wafat

Jenazah dibawa dengan berjalan kaki menyusuri jembatan bambu sempit yang membentang di atas Kali Gandrung. Pemandangan ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan mengundang empati ribuan warganet.

Dalam video tersebut, tampak dua warga memikul jenazah dengan tandu sarung, disusul oleh rombongan pelayat yang berjalan perlahan satu per satu di atas jembatan bambu yang hanya cukup dilewati satu orang dewasa. Suasana duka, khidmat, dan penuh kehati-hatian sangat terasa.

Baca juga  Ungkap Kematian Putri Apriyani, Propam Polda Jabar Gelar Sidang Etik Bripda Alvian

Menurut penuturan Yanto (40), warga Blok Empang, kebiasaan menandu jenazah menggunakan sarung sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sana. Bahkan tidak hanya untuk jenazah, warga yang sedang sakit pun kerap ditandu dengan cara yang sama saat perlu dibawa ke tempat lain.

“Kami sudah biasa. Kalau ada yang sakit atau meninggal, kami pikul pakai sarung dan bambu. Itu satu-satunya cara di sini,” ujar Yanto saat ditemui pada Kamis (7/8/2025).

Baca juga  DPR Setujui Anggaran Rp460 Miliar, Warga Eretan Indramayu Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Blok Empang merupakan kawasan yang dikelilingi empang dan aliran sungai, sehingga akses masuk dan keluar sangat terbatas. Sekitar 40 kepala keluarga di kawasan ini hidup dalam kondisi minim infrastruktur. Tidak ada jalan beton, bahkan sepeda motor pun tidak bisa masuk ke pemukiman mereka.

Baca Juga : Viral Suami Serahkan Istri Selingkuhannya: Kau Jaga Dia Baik-Baik

Satu-satunya akses darat hanya berupa jembatan bambu yang dibangun secara swadaya oleh warga. Ketika air laut pasang dan banjir rob melanda, warga harus menggunakan getek (rakit kayu) untuk menyeberangi genangan air agar tetap bisa beraktivitas.

Baca juga  Baru Dilantik, Lucky Hakim Langsung Cabut Peraturan Bupati yang Menghambat Investasi

“Kami sudah terbiasa. Jembatan ini kami buat sendiri, getek juga. Yang penting bisa dipakai sama-sama,” lanjut Yanto.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong dan solidaritas warga tetap menjadi kekuatan utama. Saat ada warga yang meninggal, sakit, atau membutuhkan pertolongan, mereka saling bantu tanpa diminta.

Bagi warga Blok Empang, tandu dari sarung dan bambu bukan sekadar alat bantu darurat, melainkan simbol kekompakan dan kepedulian antarwarga.

Baca Juga : Viral!Gadis Tinggal di Makam Dapat Rumah Baru

Kisah ini menjadi potret nyata ketangguhan masyarakat pedesaan yang hidup di wilayah sulit dijangkau. Tanpa fasilitas memadai, mereka tetap menjalani hari-hari dengan ketabahan dan saling menjaga satu sama lain.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

17 Karyawan per Kopdes Merah Putih, Menkop Tegaskan Prioritas Mutlak Warga Lokal

Terpopuler

Kejari Indramayu Jangan Masuk Angin! Operator Bukan Penentu Pencairan, LBH Ghazanfar Bongkar Alur Korupsi Dana PKBM

Indramayu

Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diduga Abaikan Laporan Ancaman Kekerasan Pilwu, Propam Turun Tangan

Edukasi

Polisi Gerebek Warung di Indramayu, Diduga Jadi Tempat Transaksi Pil Koplo

Terpopuler

Pelantikan Kepala Daerah Nonsengketa Mundur, Termasuk Indramayu

Indramayu

Mayat Pria 40 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Indramayu

Terpopuler

1966 Peserta Ikuti UTBK-SNBT di Politeknik Negeri Indramayu

Terpopuler

NU Indramayu Buka Pelatihan Operator Pondok Pesantren Se-Kabupaten Indramayu