Home / Indramayu / Kriminalitas

Kamis, 14 Agustus 2025 - 12:16 WIB

Ungkap Kematian Putri Apriyani, Propam Polda Jabar Gelar Sidang Etik Bripda Alvian

Kolase : Almarhum Putri Apriyani dan Bripda Alvian Maulana Sinaga

Kolase : Almarhum Putri Apriyani dan Bripda Alvian Maulana Sinaga

Suaradermayu.com – Siang ini, Kamis (14/8/2025), ruang sidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Barat dipenuhi ketegangan yang nyaris terasa setiap detik. Di balik pintu tertutup, Sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) digelar untuk memeriksa dugaan pelanggaran yang menyeret nama Bripda Alvian Maulana Sinaga, anggota Sat Reskrim Polres Indramayu.

Di antara saksi yang dipanggil, hadir Karja bin Nariman (alm) dan Ninih Fitriyawati, orang tua dari almarhumah Putri Apriyani, perempuan muda yang meninggal dunia dalam tragedi memilukan—ditemukan tewas terbakar di kamar kosnya di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Indramayu. Sejak hari itu, kematian Putri menyisakan duka mendalam dan misteri yang tak kunjung terpecahkan.

Baca juga  Polisi Gerebek Pengedar Obat Terlarang di Jatibarang Indramayu, 938 Butir Obat Diamankan

Pemanggilan saksi ini tercatat dalam surat resmi bernomor B/Und-167/VIII/WAS.2.4/2025/Bidpropam, yang ditandatangani Kombes Pol Bayu Suseno, S.I.K., Kepala Bidpropam Polda Jabar, tertanggal Agustus 2025. Dasar hukum yang dijadikan acuan meliputi UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri, serta Laporan Polisi Nomor LP-A/133/VIII/2025/Yanduan.

Sidang dimulai tepat pukul 10.00 WIB di ruang sidang yang sunyi, namun sorotan publik tetap tak terelakkan. Banyak pihak berharap sidang ini bukan sekadar menelusuri dugaan pelanggaran etik, tetapi juga membuka lembaran baru bagi terungkapnya fakta di balik kematian Putri Apriyani.

Baca juga  Terungkap Sosok "Aman Yani CS" di Sidang Paoman — LBH Ghazanfar: Amar Putusan Majelis Hakim Perintahkan Tangkap dan Proses Hukum

Bagi keluarga korban, momen ini lebih dari sekadar panggilan sebagai saksi. Setiap pertanyaan yang diajukan di hadapan komisi etik ibarat kepingan puzzle yang perlahan menyingkap kebenaran. Dalam diam mereka, terpancar harapan yang sama: misteri yang membelenggu tragedi ini dapat terurai, dan keadilan bagi Putri bisa ditegakkan.

Sejak kasus ini mencuat, masyarakat Indramayu hingga tingkat regional tak lepas dari rasa penasaran. Tragedi Putri bukan sekadar berita kriminal biasa—ada rasa kehilangan, ada pertanyaan yang menggantung, dan ada harapan bahwa institusi kepolisian mampu menghadirkan keadilan serta transparansi.

Baca juga  LBH Ghazanfar Sebut Bobroknya Manajemen PDAM Indramayu Picu Air Keruh dan Buruknya Pelayanan

Ketegangan di ruang sidang terasa berat, namun juga sarat harapan. Karena di balik setiap jawaban, setiap keterangan, tersimpan potensi kebenaran yang bisa menjadi cahaya di tengah misteri yang selama ini membayang. Dan bagi keluarga Putri Apriyani, inilah perjalanan panjang mereka untuk menemukan jawaban — sebuah pencarian keadilan yang tak akan berhenti hingga fakta terungkap sepenuhnya.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Warga Eretan Wetan Indramayu Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Solusi Permanen Banjir Rob

Indramayu

Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Indramayu

Indramayu

ETLE Mobile Mulai Diterapkan di Indramayu, Kamera Bisa Deteksi Wajah Pelanggar hingga Malam Hari!

Indramayu

Kirab dan Karnaval Budaya Ramaikan Hari Jadi ke-495 Indramayu, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan

Hukum

Kuasa Hukum Korban Penipuan Jual Beli Padi Apresiasi: Hakim Jatuhkan Vonis Terdakwa Dasam 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Indramayu

DPRD Indramayu Benarkan Terima Surat Pengunduran Diri Lucky Hakim Sebagai Wabup Indramayu

Indramayu

Foto: Ribuan Warga Hadiri Kampanye Akbar Lucky Hakim – Syaefudin

Indramayu

Bupati Nina Resmikan Breakwater di Pantai Indramayu