Suaradermayu.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indramayu kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan selisih harga roti yang dibagikan kepada siswa, sekaligus pertanyaan soal transparansi pengelolaan anggaran program.
Di SMPN 1 Lohbener, roti yang dibagikan melalui MBG disebut seharga Rp 3.000 per item, padahal roti serupa di warung sekitar sekolah hanya dijual Rp 2.000. Dugaan selisih harga ini memunculkan pertanyaan serius tentang efisiensi dan transparansi pengelolaan dana program.
Salah satu warga Kecatanan Lohbener Kabupaten Indramayu, Tamzid (50) mengaku mendukung program MBG, yang dibagikan di SMPN 1 Lohbener pada Rabu (4/3/2026), namun mempertanyakan perbedaan harga:
“Saya mendukung program ini karena untuk gizi anak-anak, tapi kenapa harga roti di MBG bisa Rp 3.000, sedangkan di warung hanya Rp 2.000? Selisihnya memang kecil per item, tapi jika dikalikan ratusan atau ribuan siswa, jumlahnya tentu tidak sedikit. Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka,”katanya
Selain persoalan harga, komposisi menu MBG juga menjadi sorotan. Publik mempertanyakan apakah menu yang disediakan sudah memenuhi standar gizi anak-anak, sesuai tujuan utama program yang seharusnya meningkatkan kesehatan dan nutrisi siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan selisih harga dan komposisi menu yang dipersoalkan.
Ketidakjelasan ini membuat masyarakat menunggu penjelasan tegas dan transparan, agar program yang menyentuh kebutuhan dasar siswa benar-benar berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit harga, pemeriksaan komposisi menu, dan mekanisme pengelolaan anggaran, sehingga MBG di Indramayu tidak hanya menjadi program simbolis, tetapi benar-benar meningkatkan gizi anak-anak, efisien, dan terbuka untuk diawasi publik. (Redaksi)



























