Suaradermayu.com – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk menyebabkan Sungai Cimanuk meluap, menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Indramayu.
Namun, berdasarkan laporan dari Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Sutrisno, SIP, banjir di delapan desa pada dua kecamatan mulai surut sejak Sabtu (25/1/2025) pagi.
“Debit Sungai Cimanuk meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu. Alhamdulillah, Sabtu pagi ini banjir mulai surut. Air telah diarahkan ke laut melalui Waledan, sehingga kondisi mulai membaik,” ungkap Sutrisno.
Desa Terdampak di Kecamatan Pasekan
Banjir melanda tiga desa di Kecamatan Pasekan dengan rincian berikut:
1. Desa Pagirikan
Blok Cimanuk Hilir (RT 17/06): 41 rumah terendam, ketinggian air 50–60 cm.
Blok Sawah (RT 008/03): 8 rumah terendam, ketinggian air 30–50 cm.
2. Desa Pasekan
30 rumah terendam dengan ketinggian air 30–40 cm.
3. Desa Brondong
200 rumah terendam, ketinggian air 50–70 cm.
Secara keseluruhan, sebanyak 238 rumah terdampak di Kecamatan Pasekan dengan ketinggian air bervariasi antara 5–70 cm.
Selain itu, luapan Sungai Cimanuk Lama juga merendam tiga desa di Kecamatan Indramayu:
1. Desa Dukuh (Blok Gaga)
267 rumah terendam, ketinggian air 5–50 cm.
2. Desa Pekandangan Jaya (Blok Pegaden)
24 rumah terendam, ketinggian air 5–50 cm.
3. Desa Pabean Udik (Blok Sawah Kembar dan Blok Veteran)
200 rumah terendam, ketinggian air 5–50 cm.
Sutrisno memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD Indramayu terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan, termasuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cimanuk. Jika ada peningkatan debit air, segera laporkan kepada kami,” tambahnya.
Meski banjir mulai surut, BPBD mengingatkan pentingnya langkah antisipasi untuk menghadapi potensi hujan deras di wilayah hulu.

























