Suaradermayu.com – Publik kembali digemparkan oleh langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyita sejumlah kendaraan mewah milik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Salah satu kendaraan yang menjadi sorotan adalah mobil Mercedes-Benz yang diduga kuat berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.
Yang mengejutkan, mobil mewah tersebut tidak langsung diamankan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), melainkan dititipkan di sebuah bengkel di wilayah Jawa Barat untuk perawatan khusus.
“Informasi yang saya terima, mobil itu saat ini dititiprawatkan kepada pemilik bengkel. Artinya, pemilik bengkel berkewajiban menjaga kendaraan tersebut sebaik mungkin,” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, Minggu (4/5/2025).
KPK memastikan bahwa selama kendaraan tersebut berada di bengkel, Tim Pelacakan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti serta Eksekusi (Labuksi) akan terus melakukan pemantauan. Setelah dinyatakan laik jalan, mobil mewah itu akan dipindahkan ke Rupbasan di Cawang, Jakarta Timur.
“Tentu akan ada pengecekan berkala oleh pengelola barang bukti KPK. Bila kendaraan sudah siap dan bisa dipindahkan, pasti akan segera digeser ke Rupbasan,” tambah Tessa.
Namun, hingga kini KPK belum mengungkap secara terbuka lokasi bengkel tersebut dengan alasan keamanan. “Saya belum dapat informasi detailnya, yang jelas masih di wilayah Jawa Barat,” ucap Tessa.
Menambah kecurigaan publik, mobil Mercedes-Benz tersebut ternyata tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Ridwan Kamil.
“Mobil Mercedes-Benz milik saudara RK tidak dilaporkan dalam LHKPN,” ungkap Tessa.
Tak hanya mobil, KPK juga menyita motor gede Royal Enfield Classic 500 Limited Edition milik Ridwan Kamil. Motor ini sebelumnya dititipkan di Bandung sebelum dibawa dan dipamerkan di Rupbasan KPK, Jakarta Timur pada Jumat (25/4/2025).
“Motor tersebut juga tidak masuk dalam pelaporan LHKPN saudara RK,” tegas Tessa.
Kendaraan-kendaraan mewah itu kini dijadikan barang bukti penting dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB yang menyeret nama mantan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.


























