Suaradermayu.com – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sidak ini dilakukan menyusul maraknya dugaan pengoplosan BBM jenis Pertalite agar menyerupai Pertamax, yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Petugas memulai pemeriksaan di SPBU Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, dengan menguji kualitas Pertamax serta memastikan takaran BBM yang dijual sesuai standar. Pengecekan ini bertujuan untuk mencegah adanya potensi kecurangan yang dapat merugikan konsumen.
Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hillal Adi Imawan, menyatakan bahwa sidak ini dilakukan bersama Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu.
“Pengecekan serupa juga dilakukan di SPBU Desa Jumbleng, SPBU 3445220 Desa Lanjan, serta SPBU Kelurahan Karanganyar Indramayu,” ujar Hillal kepada media, Jumat (28/2/2025).
Dalam sidak ini, tim mengambil sampel BBM Pertamax sebanyak 1,5 liter untuk diuji tera. Hasil pengujian menunjukkan bahwa takaran masih dalam batas toleransi maksimal, yaitu 100 ml per 20 liter. Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi pelanggaran di SPBU Kabupaten Indramayu.
Hillal menegaskan bahwa pengawasan ini akan dilakukan secara rutin guna memastikan kualitas BBM yang beredar di masyarakat tetap terjaga.
“Dengan adanya pengawasan ketat seperti ini, kami berharap masyarakat mendapatkan BBM dengan kualitas dan takaran yang sesuai standar,” katanya.
Pengecekan ini juga bertujuan untuk mencegah praktik curang yang dapat merugikan konsumen serta menjaga kepercayaan publik terhadap distribusi BBM di Indramayu.
























