Home / Indramayu / Kriminalitas

Kamis, 18 September 2025 - 13:21 WIB

Keluarga Putri Apriyani Akan Geruduk Polres Indramayu 22 September, Desak Tersangka Dijerat Pasal 340 KUHP

Kuasa hukum keluarga Putri Apriyani, Toni RM, disela-sela rekonstruksi di Mapolres Indramayu, Kamis (12/9/2025)

Kuasa hukum keluarga Putri Apriyani, Toni RM, disela-sela rekonstruksi di Mapolres Indramayu, Kamis (12/9/2025)

Suaradermayu.com – Gelombang kekecewaan semakin memuncak di keluarga korban pembunuhan Putri Apriyani (20). Mereka bersama masyarakat sekitar akan menggeruduk Polres Indramayu pada Senin, 22 September 2025. Aksi tersebut dilakukan karena tersangka Bripda Alvian Maulana Sinaga, anggota Polres Indramayu, hingga kini belum dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan penyidik justru menunjukkan adanya unsur pembunuhan berencana. Dari keterangan tersangka, Alvian mengaku sudah berniat membunuh Putri karena khawatir korban akan kembali menagih utang dan membuatnya pusing.

Baca juga  Fraksi PKB DPRD Indramayu Soroti Buruknya Layanan Kesehatan dan Pendidikan dalam Sidang Paripurna

“Niat membunuh itu sudah muncul lebih dulu, bahkan tersangka sempat memikirkan cara menghabisi korban. Putri dibekap saat tidur, dicekik, lalu dibakar. Itu jelas bukan spontanitas, tapi perbuatan yang direncanakan,” ujar Toni, Rabu (17/9/2025).

Menurut Toni, jika polisi hanya menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP (pembunuhan biasa), maka patut diduga ada upaya melindungi mantan anggota kepolisian. “Keluarga menuntut agar Kapolres Indramayu segera menegakkan Pasal 340 KUHP. Kalau tidak, kami bersama masyarakat akan turun ke jalan,” tegasnya.

Baca juga  Tiga Pengedar Ganja di Indramayu Ditangkap, Polisi Amankan 582 Gram Barang Bukti

Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga terakhir menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada 8 September 2025. Hingga kini, belum ada surat perkembangan terbaru, padahal rekonstruksi kasus sudah dilakukan Jumat lalu.

Keluarga korban meminta agar Polda Jawa Barat hingga Mabes Polri turun tangan mengawal kasus ini agar penegakan hukum berjalan transparan. “Kami tidak ingin ada kesan perkara diperlambat hanya karena pelakunya oknum polisi,” tambah Toni.

Rencana aksi pada 22 September disebut akan melibatkan warga sekitar rumah korban di Indramayu. Mereka menuntut keadilan untuk Putri Apriyani sekaligus meminta Polres Indramayu bertindak profesional.

Baca juga  Dor! Polisi Tembak Kaki Perampok Minimarket di Indramayu

Kasus ini mendapat perhatian luas publik di media sosial dengan berbagai tagar seperti #PutriApriyani, #PolisiBunuhPacar, #PolresIndramayu, #PoldaJabar, dan #MabesPolri. Tekanan publik diprediksi akan semakin meningkat jika Polres Indramayu tidak segera memberikan jawaban tegas terkait pasal yang dikenakan kepada tersangka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Indramayu terkait tuntutan keluarga maupun rencana aksi pada 22 September mendatang.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Lucky Hakim Resmi Pimpin DPD NasDem Indramayu 2025-2030, Tegaskan Komitmen Utamakan Kepentingan Rakyat

Indramayu

Korban Tewas Miras Oplosan Bertambah di Indramayu, Jadi Tiga Orang

Indramayu

Hendi Mulyadi Ajidin Siap Maju di Pilwu Singaraja 2025, Usung Visi Desa Maju dan Transparan

Indramayu

SBMI : Tiga PMI Asal Indramayu Berhasil Lolos dari Penyekapan di Myanmar

Indramayu

Ihsan Mahfudz: Dari Semangat Gotong Royong ke Dorongan Pemda Dukung UKW Wartawan Indramayu

Indramayu

DPRD Desak Disdikbud Indramayu Cairkan Insentif Guru PAUD, Bupati Diminta Evaluasi Kinerja

Indramayu

Wisma Haji Indramayu Disiapkan Jadi Sekolah Rakyat, Bupati Lucky Hakim Dampingi Mensos Tinjau Lokasi

Terpopuler

VIRAL! MBG di RA Indramayu Hanya Tirisan Ubi dan Apel, Pengacara Toni RM Desak Klarifikasi SPPG