Home / Daerah

Selasa, 18 Februari 2025 - 18:41 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Pengusaha Kabur ke Vietnam, Oknum Ormas Jadi Sorotan

Dedi Mulyadi temukan dugaan pemotongan PIP sebesar Rp 100 juta di SMAN 7 Cirebon

Dedi Mulyadi temukan dugaan pemotongan PIP sebesar Rp 100 juta di SMAN 7 Cirebon

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengungkap alasan di balik banyaknya pengusaha Indonesia yang memilih hengkang ke Vietnam. Menurutnya, perilaku sejumlah oknum organisasi masyarakat (ormas) menjadi salah satu faktor utama yang membuat para investor enggan bertahan di Indonesia.

Hal ini diungkapkan dalam perbincangan antara Dedi Mulyadi dan pengusaha Bossman Mardigu dalam tayangan YouTube KDM Channel pada Senin (17/2/2025).

Dalam perbincangan tersebut, Bossman Mardigu mengungkapkan bahwa beberapa rekannya, yang merupakan pengusaha asal Indonesia, lebih memilih untuk memindahkan bisnis mereka ke Vietnam.

“Pabrik dia pindah ke Vietnam. Ini orang Indonesia, terus dua investor dia tak jadi ke Indonesia, juga pindah ke Vietnam,” ungkap Bossman.

Baca juga  Badan Pangan Nasional Hentikan Sementara Penyaluran Beras Bantuan dan SPHP

Menurutnya, Vietnam menawarkan lingkungan bisnis yang lebih stabil dan bebas dari gangguan oknum ormas. Bahkan, ia sendiri sempat diajak untuk membuka usaha di negara tersebut.

“Dia bilang, bro, lu ke Vietnam deh. Itu clean, clear, gak ada yang namanya ormas, jadi dagang itu tenang. Saya bilang, bentar lagi Jabar clean, clear, gua bilang,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi mengakui bahwa maraknya oknum ormas memang menjadi salah satu tantangan besar bagi dunia usaha di Jawa Barat.

Baca juga  Dirut PDAM Tirta Darma Ayu Ucapkan Selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

Dedi Mulyadi mengungkapkan enam kebiasaan oknum ormas yang membuat pengusaha merasa tidak nyaman, antara lain:

1. Mengurus masalah pembebasan tanah untuk proyek industri.

2. Mengintervensi pembangunan pabrik dengan berbagai alasan.

3. Mengatur penerimaan tenaga kerja dengan cara meminta jatah tertentu.

4. Mengelola limbah pabrik tanpa prosedur resmi.

5. Memungut biaya parkir atau biaya lain dari barang yang dikirim ke pabrik.

6. Mengganggu operasional produksi dengan berbagai modus pemalakan.

“Ini kan dari awal pendirian sampai produksi, mereka (pengusaha) terganggu,” ujar Dedi.

Baca juga  KPK Ingatkan Pemkab Indramayu Soal Transparansi Anggaran dan Pencegahan Korupsi

Sebagai langkah konkret, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya siap mengalokasikan dana khusus untuk memastikan keamanan investasi di Jawa Barat.

“Agar mereka (pengusaha) tenang, tenteram, untuk menjamin keamanan para investor, untuk menjamin karyawan tidak dipungutin duit ketika masuk,” tegasnya.

Ia juga berjanji akan memperbaiki infrastruktur, termasuk jalan darat, kereta api, pelabuhan, dan akses udara guna mendukung iklim investasi yang lebih kondusif di Jawa Barat.

“Saya ingin energinya dikerahkan untuk itu, dan saya yakin itu bisa,” pungkasnya.

Dengan adanya komitmen ini, diharapkan dunia usaha di Jawa Barat dapat berkembang lebih pesat tanpa hambatan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Share :

Baca Juga

Daerah

VIRAL! Ibu Tiri Diduga Aniaya Bocah 12 Tahun, Pura-pura Peduli di Rumah Sakit

Daerah

Santri dan Kiai Cirebon-Indramayu Desak Trans7 Jalankan Tiga Tuntutan Usai Kunjungan Chairil Tanjung

Daerah

Gadis Cerdas Asal Cirebon Nyaris Bunuh Diri karena Biaya Sekolah Mahal

Daerah

Gebrakan Dedi Mulyadi: Gubernur Jabar Larang Study Tour hingga Hapus PR Sekolah

Daerah

UU ITE Diduga Jadi Senjata Peras PKL di Kudus, Oknum Ormas Minta Rp30 Juta

Daerah

Pemprov Jabar Beri Tambahan Penghasilan Kepala Desa dan Perangkat Desa 2026, Ini Besarannya

Daerah

Jangan Lewatkan! SPMB SMA/SMK Jabar 2025 Tahap 1 Dibuka 10 Juni

Daerah

Gara-gara Curi Uang Rp 5.000, Seorang Pria Dihukum Penjara 4 Bulan