Home / Indramayu

Sabtu, 18 Januari 2025 - 15:01 WIB

Asep Kurniawan: Robiin Eks Anggota DPRD Indramayu Masih Disekap di Myanmar, Pemerintah Bekerja Keras untuk Penyelamatan

Tangkapan layar : Robiin bersama 3 WNI meminta tolong kepada Presiden Prabowo

Tangkapan layar : Robiin bersama 3 WNI meminta tolong kepada Presiden Prabowo

Suaradermayu.com – Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan, memberikan penjelasan terbaru terkait kondisi Robiin, mantan anggota DPRD Indramayu, yang masih disekap di Myanmar.

Kabar mengenai penyekapan Robiin dan beberapa warga negara Indonesia (WNI) lainnya sebagai bagian dari sindikat scammer online sempat viral pada Oktober 2024, dan hingga kini, kondisi tersebut masih belum teratasi.

Menurut Asep Kurniawan, Robiin bersama beberapa WNI lainnya sudah sekitar dua tahun disekap di Myanmar. Mereka dilaporkan terlibat dalam kegiatan penipuan online (scam) yang melibatkan mereka dalam jaringan yang tidak jelas dan berbahaya.

Meski sudah viral, kondisi mereka masih sangat mengkhawatirkan, terutama setelah sebuah video 4 WNI yang meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto viral di TikTok.

Baca juga  769 PPPK Dilantik, Lucky Hakim: “Jangan Jadi ASN Biasa-Biasa Saja!”

Video berdurasi 53 detik itu diunggah oleh akun @panglimaaryaduta pada empat hari lalu dan hingga Jumat (17/1/2025) sudah ditonton lebih dari 5,4 juta kali.

Dalam video tersebut, Robiin dan WNI lainnya meminta bantuan pemerintah untuk segera datang dan menyelamatkan mereka dari penyekapan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Asep Kurniawan menjelaskan bahwa kendala utama dalam penyelamatan Robiin dan WNI lainnya adalah situasi politik dan keamanan di Myanmar yang tengah mengalami konflik.

Hal ini membuat upaya penyelamatan menjadi lebih sulit. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia sebelumnya sudah menyampaikan permasalahan ini dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Myanmar.

Baca juga  Gubernur Jabar Larang Permintaan dan Pemberian THR ke Ormas dan LSM, Terbitkan Surat Edaran Resmi

“Kendalanya ini karena negara konflik, wilayah konflik ya,” ujar Asep.

Ia juga menambahkan bahwa Polri, selain Kemenlu, berkomitmen untuk melakukan upaya maksimal dalam menyelamatkan Robiin dan WNI lainnya.

Asep mengungkapkan bahwa Disnaker Indramayu tidak memiliki informasi lengkap tentang kondisi tempat penyekapan Robiin dan WNI lainnya. Pihaknya hanya dapat mengandalkan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Yangon, Myanmar.

Meski situasinya masih tidak pasti, Asep berharap agar ada kabar baik dalam waktu dekat.

“Kami sendiri tidak tahu bagaimana kondisi real di sana, kami di sini mungkin berpatokan dari informasi KBRI yang ada di Yangon, semoga secepatnya ada kabar baik,” ungkap Asep Kurniawan.

Baca juga  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Putri Apriyani Ditunda, Keluarga dan Toni RM Kecewa, Desak Polisi Terapkan Pasal 430 KUHP

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia. Tidak hanya Kemenlu dan Polri, namun berbagai lembaga terkait bekerja sama untuk memastikan keselamatan WNI yang terjebak dalam sindikat penipuan online di Myanmar.

Pemerintah berharap agar upaya diplomasi dan penyelamatan dapat segera membuahkan hasil.

Sebagai masyarakat, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap tawaran investasi atau pekerjaan yang mencurigakan, terutama yang datang melalui platform online. Semoga Robiin dan WNI lainnya dapat segera dibebaskan dan kondisi mereka membaik.

Dengan berita viral ini, diharapkan kesadaran publik mengenai bahaya scam online dan pentingnya kerjasama antarnegara untuk melindungi WNI di luar negeri semakin meningkat.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Sidang Kasus Paoman Memanas, JPU Bongkar CCTV dan Palu Godam yang Diduga Dipakai Habisi Korban

Indramayu

Dugaan Intimidasi Pasca-Pilwu Singajaya, Anggota DPRD Jabar Hilal Hilmawan Disorot

Indramayu

Tiga Petani di Indramayu Tewas Tersambar Petir Saat Memanen Padi

Indramayu

Dugaan Malpraktik Persalinan Dilaporkan di Polres Indramayu, Kapolres: Penanganan Dilakukan Secara Profesional

Indramayu

Ruslandi Sebut Ada Darah di Toko Korban Paoman, LBH Ghazanfar: Kau Lengkapi Tuntutan Mati Priyo

Indramayu

Jejak Berulang Kuwu Warsidi Diduga Menyelewengkan Dana Desa Wanantara

Terpopuler

Ririn Ungkap Tak Pernah Diperiksa Penyidik, Ruslandi Cuma Dampingi Saat Foto Saja

Indramayu

Pemkab Indramayu & BP TASKIN RI Bersinergi Tekan Kemiskinan, Lucky Hakim: Saatnya Cari Solusi Nyata!