Suaradermayu.com – Pernyataan anak kandung Aman Yani, Egga Ayu Aryani, yang menyebut beberapa kali melihat mobil Pajero hitam berplat nomor KT di depan rumah kakeknya, Ahmad Yasin, yang diduga dikendarai oleh ayahnya, Aman Yani, menjadi sorotan publik. Pengakuan tersebut tersebar luas hingga menjadi pergunjingan di media sosial maupun di tengah masyarakat.
Kondisi itu kemudian memantik respons dari pengacara Ruslandi yang sebelumnya pernah melaporkan Aman Yani ke pihak kepolisian. Ruslandi pun membantah pernyataan Egga terkait sering terlihatnya mobil Pajero hitam berpelat nomor KT digunakan Aman Yani melalui akun Facebook pribadinya.
Tak hanya membantah melalui akun Facebook, Ruslandi juga menemui langsung pemilik mobil Pajero hitam berplat KT tersebut.
Dalam video yang dibagikan melalui akun pribadinya, Ruslandi terlihat didampingi seorang perempuan saat memberikan penjelasan terkait keberadaan mobil Pajero hitam berpelat KT milik Sri Wahyu yang belakangan menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan sosok Aman Yani. Penjelasan tersebut disampaikan langsung bersama pemilik kendaraan guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ruslandi menjelaskan, mobil Pajero hitam tersebut tidak pernah digunakan oleh Aman Yani. Menurutnya, pernyataan Egga itu tidak dapat dijadikan dasar untuk membangun asumsi yang berlebihan seperti yang berkembang di publik.
“Itu tidak benar sempat beberapa kali digunakan Pak Aman Yani seolah-olah pakai topi, masker, kacamata dan jaket,” kata Ruslandi.
Ia juga mengungkapkan bahwa ibu kandung Sri Wahyu tinggal bersebelahan dengan rumah Ahmad Yasin. Karena masih memiliki hubungan keluarga, menurut Ruslandi, sangat wajar apabila Sri Wahyu kerap datang menjenguk keluarganya di lokasi tersebut.
“Karena dia memang cucunya (Ahmad Yasin) jadi wajar menengok keluarganya,” ujar Ruslandi.
Sementara itu, Sri Wahyu mengaku dirinya memang sering menggunakan mobil Pajero hitam tersebut untuk pergi ke rumah ibunya di Penganjang. Ia bahkan masih mengingat waktu terakhir dirinya membawa kendaraan tersebut ke lokasi.
“Terakhir kali ke Penganjang bawa Pajero itu tanggal 15 Mei 2026 malam Jumat. Berbeda dengan keterangan Egga, dia melihat terakhir akhir April 2026,” kata Sri Wahyu.
Sri Wahyu juga membenarkan bahwa kendaraan tersebut kerap terparkir di samping rumah kakeknya, Ahmad Yasin, saat dirinya berkunjung ke rumah sang ibu di Penganjang.
Ruslandi menegaskan, dengan adanya penjelasan ini dirinya berharap masyarakat dapat memahami bahwa tidak ada kaitan keberadaan mobil Pajero hitam tersebut dengan dugaan keberadaan Aman Yani seperti yang ramai diperbincangkan.
“Jadi tidak usah lagi ada hal-hal yang membuat gaduh terkait keberadaan mobil Pajero pemiliknya Ibu Ayu, terparkir disitu karena menengok orang tuanya,” kata Ruslandi.
Di sisi lain, Sri Wahyu mengaku pemberitaan yang terus berkembang terkait mobil Pajero miliknya membuat dirinya dan keluarga merasa terganggu. Ia berharap publik tidak terburu-buru membangun asumsi sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.
“Jujur dengan pemberitaan ini saya merasa terganggu privasi saya dan kenyamanan keluarga saya, jadi stop lah berasumsi bohong dan berita hoak sebelum mencari kebenarannya dulu,” kata Sri Wahyu.
Terkait isu hilangnya Aman Yani, Ruslandi menegaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau memang sudah hilang kan Pak Aman Yani, persoalannya hilang itu kena musibah atau apa itu nanti biarlah penyelidikan pihak berwajib yang menentukan,” kata Ruslandi.
Pada Kamis, 21 Mei 2026, mantan istri Aman Yani, Saminah, serta anak kandung Aman Yani, Egga Ayu Aryani, memenuhi panggilan Satreskrim Polres Indramayu untuk dimintai keterangan terkait perkara keberadaan Aman Yani.
Salah satu hal yang disampaikan kepada penyidik yakni pengakuan anak kandung Aman Yani, Egga Ayu Aryani, yang menyebut banyak informasi mengenai keberadaan Aman Yani diterima dirinya dan sang ibu, Saminah. Salah satunya, Aman Yani disebut masih terlihat berada di wilayah Indramayu.
“Jadi sebenarnya banyak tetangga laporan ke mama, bilang melihat si papa ini, sebut saja Aman Yani yang datang ke rumah orang tuanya, tapi memakai jaket, kacamata, masker dan topi. Jadi kayak tertutup gitu,” jelas Egga, didampingi kuasa hukumnya, Toni RM, di depan ruangan Satreskrim Polres Indramayu, Kamis (21/5/2026) malam.
Meski demikian, Egga menegaskan para tetangga yang memberikan informasi kepada pihak keluarga mengaku sering melihat Aman Yani, namun keberatan menjadi saksi dalam perkara tersebut karena tidak ingin terlibat lebih jauh.
“Tapi informasi ini sampai ya, itu tahun berapa?” tanya Toni.
“Ya pokoknya sering (melihat Aman Yani), sampai tahun 2025 juga masih ada,” jawab Egga.
Egga juga mengaku telah menyampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Indramayu bahwa dirinya pernah melihat mobil Pajero Hitam berada terparkir di seberang rumah kakeknya, Ahmad Yasin.
“Terakhir aku melihat mobil Pajero warna hitam plat nomornya itu KT,” ungkap Egga.
“Parkirnya diseberang rumah Made Yasin (panggilan Egga ke Ahmad Yasin), itu bapaknya Pak Aman Yani,” lanjutnya.
Egga mengatakan dirinya beberapa kali melihat mobil Pajero tersebut, mulai sore hingga malam hari.
“Sering kali melihat lima kali lebih,” ucapnya.
Ia kemudian mencocokkan temuannya dengan rekaman video kuasa hukumnya, Toni RM, yang sempat viral. Dalam video tersebut, Toni RM menyebut Ririn bertemu dengan Aman Yani menggunakan mobil Pajero hitam di kawasan Kuliner Cimanuk pada 26 Agustus 2025.
“Setelah video viral itu tersebar sampai sekarang aku sudah tidak melihat lagi (mobil Pajero hitam),” jelasnya.
Salah satu keterangan yang menyebut Aman Yani masih hidup dan pernah bertemu dengan terdakwa Ririn Rifanto sebelum terjadinya pembunuhan juga muncul dalam perkara tersebut. Ririn menjelaskan kepada penasihat hukumnya, Toni RM, bahwa dirinya pernah bertemu Aman Yani pada 24 Agustus 2025 di kawasan Kuliner Cimanuk, Indramayu. Pertemuan itu disebut terjadi tepat empat hari sebelum tragedi pembunuhan satu keluarga di Paoman pada 28 Agustus 2025.
Dalam pengakuannya, Ririn menyebut Aman Yani meninggalkan dirinya bersama Priyo menggunakan mobil Pajero hitam yang di dalamnya terdapat seorang perempuan. Meski demikian, Ririn tidak menyebutkan plat nomor kendaraan tersebut kepada Toni RM.
Sementara itu, Redaksi Suaradermayu.com mencari informasi dari sumber resmi bahwa kode plat nomor kendaraan KT diketahui berasal dari wilayah Kalimantan Timur. Kode polisi tersebut digunakan untuk kendaraan bermotor yang terdaftar di sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Adapun cakupan wilayah pengguna plat nomor KT meliputi Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara. Plat nomor KT menjadi identitas kendaraan yang berasal dari wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur dan umum dijumpai pada kendaraan pribadi maupun kendaraan operasional yang terdaftar di daerah tersebut.
Satreskrim Polres Indramayu saat ini diketahui tengah melakukan penyelidikan terkait keberadaan Aman Yani berdasarkan dua laporan yang masuk, yakni laporan dari pengacara Ruslandi serta laporan dari pihak Bank BJB yang sebelumnya dilaporkan di Polda Jabar dan kemudian dilimpahkan ke Polres Indramayu.
























