Suaradermayu.com- Jagat media sosial di Indramayu tengah dihebohkan dengan beredarnya foto Bupati Indramayu Lucky Hakim yang tampak akrab bersama Sarjan, seorang kontraktor yang kini berstatus tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Foto tersebut menjadi viral setelah diketahui diunggah melalui akun TikTok milik Sarjan dengan nama Bang Sarjan. Dalam unggahan itu, Sarjan dan Lucky Hakim terlihat berada dalam satu frame dengan gestur yang dinilai cukup dekat. Visual tersebut sontak memantik pertanyaan publik: ada apa di balik foto tersebut?
Opini masyarakat pun terbelah. Sebagian warga membela Lucky Hakim dan menilai foto tersebut hanyalah kebetulan semata. Mereka berpendapat, seorang kepala daerah wajar berfoto dengan banyak pihak dalam berbagai kegiatan, tanpa bisa langsung dikaitkan dengan urusan proyek maupun perkara hukum.
Namun di sisi lain, kekhawatiran publik juga menguat. Tidak sedikit warga yang khawatir kasus suap proyek yang terjadi di Kabupaten Bekasi bisa menjadi peringatan dini bagi daerah lain, termasuk Indramayu. Publik menilai kedekatan pejabat publik dengan pihak yang kini berurusan dengan hukum tetap perlu dijelaskan secara terbuka.
Suaradermayu.com menelusuri akun TikTok Bang Sarjan dan menemukan 3 unggahan foto yang memperlihatkan Sarjan dan Bupati Lucky Hakim berada dalam satu frame. Hingga kini, belum diketahui secara pasti konteks pertemuan tersebut, baik waktu, lokasi, maupun agenda yang melatarbelakanginya.
Menanggapi polemik tersebut, Direktur PKSPD Ushj Dialambaqa, yang akrab disapa Oo, memberikan pernyataan singkat namun bernada keras.
“Semoga OTT KPK sampai di Indramayu,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan harapan sebagian masyarakat sipil agar penegakan hukum terhadap praktik korupsi dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih.
Sementara itu, Ketua LBH Ghazanfar Pahmi Alamsah menilai wajar jika publik melontarkan berbagai dugaan menyusul beredarnya foto tersebut.
“Saya tidak bisa menyalahkan masyarakat yang menduga-duga adanya kongkalikong dalam pengerjaan proyek pemerintah setelah muncul foto kepala daerah bersama tersangka KPK,” kata Pahmi.
Meski demikian, Pahmi menegaskan bahwa secara hukum, foto tidak dapat dijadikan dasar pembuktian adanya kerja sama atau kedekatan dalam proyek pemerintah.
“Foto tidak bisa dijadikan bukti bahwa Bupati Lucky Hakim dekat atau bekerja sama dalam pengerjaan proyek pemerintah. Dugaan harus dibuktikan dengan fakta dan data hukum,” tegasnya.
Menurutnya, polemik ini seharusnya menjadi momentum bagi pejabat publik untuk bersikap terbuka agar spekulasi tidak terus berkembang dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, Suaradermayu.com telah berupaya menghubungi Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi resmi terkait foto yang beredar.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Bupati Lucky Hakim belum memberikan tanggapan.
Di tengah derasnya perdebatan publik, transparansi dinilai menjadi kunci. Masyarakat berharap Indramayu tidak mengikuti jejak daerah lain yang terseret kasus korupsi akibat lemahnya pengawasan dan relasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Suaradermayu.com membuka ruang hak jawab bagi Bupati Indramayu Lucky Hakim maupun pihak terkait lainnya sesuai Undang-Undang Pers. (Tim Redaksi)

























