Home / Ekonomi / Indramayu

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:23 WIB

Indramayu Siapkan Lahan Pertanian untuk Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Bupati Indramayu Lucky Hakim dampingi Kabaharkam Polri Komjen Karyoto saat menghadiri kegiatan penanaman jagung di Blok Pecuk, Desa Sindang, Kamis (11/12/2025).

Bupati Indramayu Lucky Hakim dampingi Kabaharkam Polri Komjen Karyoto saat menghadiri kegiatan penanaman jagung di Blok Pecuk, Desa Sindang, Kamis (11/12/2025).

Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai memetakan dan menyiapkan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penguatan sektor pangan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri, dan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). Kolaborasi lintas sektor ini ditandai dengan penanaman perdana jagung serta penyaluran bibit kepada kelompok tani di Indramayu.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, daerahnya memiliki potensi pertanian yang besar dan perlu dikelola secara optimal agar mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menyebutkan, luasan lahan pertanian di Indramayu mencapai sekitar 126 ribu hektare.

“Potensi ini harus dimanfaatkan secara serius. Pengelolaan lahan yang produktif menjadi kunci agar ketahanan pangan daerah bisa terjaga,” ujar Lucky Hakim saat menghadiri kegiatan tersebut, Kamis (11/12/2025).

Menurut Lucky, capaian produksi pertanian Indramayu saat ini cukup kompetitif. Rata-rata produksi gabah kering giling mencapai 7,14 ton per hektare per tahun, sementara produksi jagung berada di kisaran 5 ton per hektare per tahun. Ia menilai masih terdapat ribuan hektare lahan yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk komoditas jagung.

Baca juga  Tragedi PMI Indramayu di Arab Saudi: Watirih Diduga Tewas Dianiaya, Toni RM Tegaskan Nyawa Dibayar Nyawa

Ia menegaskan, kerja sama dengan Baharkam Polri dan FKDB bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah juga berkomitmen mencegah terjadinya lahan tidur yang tidak dimanfaatkan secara produktif.

Selain fokus pada pengelolaan lahan, Pemkab Indramayu juga menaruh perhatian pada persoalan regenerasi petani. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, minat generasi muda terhadap sektor pertanian cenderung menurun. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan program pelatihan dan pendampingan bagi petani muda.

“Kami ingin sektor pertanian tetap memiliki masa depan. Regenerasi petani harus disiapkan sejak sekarang,” kata Lucky.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto menilai ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat di tingkat paling bawah. Ia mendorong seluruh unsur, termasuk aparatur desa dan kelompok masyarakat, untuk aktif memanfaatkan lahan yang tersedia.

“Gotong royong menjadi kekuatan utama. Lahan yang kecil sekalipun bisa memberi dampak ekonomi jika dikelola bersama,” ujarnya.

Karyoto juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Karnadi, petani asal Desa Panyindangan Wetan, berharap program penyediaan bibit dan pendampingan teknis dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di tingkat petani.

Baca juga  Rumah dan 22 Kambing di Lelea Indramayu Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

“Dengan adanya pendampingan, kami berharap hasil panen bisa lebih baik dan lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Indramayu Siapkan Lahan Pertanian untuk Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Indramayu — Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai memetakan dan menyiapkan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penguatan sektor pangan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri, dan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). Kolaborasi lintas sektor ini ditandai dengan penanaman perdana jagung serta penyaluran bibit kepada kelompok tani di Indramayu.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, daerahnya memiliki potensi pertanian yang besar dan perlu dikelola secara optimal agar mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menyebutkan, luasan lahan pertanian di Indramayu mencapai sekitar 126 ribu hektare.

“Potensi ini harus dimanfaatkan secara serius. Pengelolaan lahan yang produktif menjadi kunci agar ketahanan pangan daerah bisa terjaga,” ujar Lucky Hakim saat menghadiri kegiatan tersebut, Kamis (11/12/2025).

Baca juga  Silaturahmi Hangat di Lembur Pakuan: Mendagri Tito dan Kepala Daerah Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat

Menurut Lucky, capaian produksi pertanian Indramayu saat ini cukup kompetitif. Rata-rata produksi gabah kering giling mencapai 7,14 ton per hektare per tahun, sementara produksi jagung berada di kisaran 5 ton per hektare per tahun. Ia menilai masih terdapat ribuan hektare lahan yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk komoditas jagung.

Ia menegaskan, kerja sama dengan Baharkam Polri dan FKDB bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah juga berkomitmen mencegah terjadinya lahan tidur yang tidak dimanfaatkan secara produktif.

Selain fokus pada pengelolaan lahan, Pemkab Indramayu juga menaruh perhatian pada persoalan regenerasi petani. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, minat generasi muda terhadap sektor pertanian cenderung menurun. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan program pelatihan dan pendampingan bagi petani muda.

“Kami ingin sektor pertanian tetap memiliki masa depan. Regenerasi petani harus disiapkan sejak sekarang,” kata Lucky.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto menilai ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat di tingkat paling bawah. Ia mendorong seluruh unsur, termasuk aparatur desa dan kelompok masyarakat, untuk aktif memanfaatkan lahan yang tersedia.

“Gotong royong menjadi kekuatan utama. Lahan yang kecil sekalipun bisa memberi dampak ekonomi jika dikelola bersama,” ujarnya.

Karyoto juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam pengembangan sektor pertanian. (Nadzif)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Viral! Spanduk Tuding Bupati Lucky Lindungi Helmi Soal Kredit Fiktif Rp25 Miliar BPR Karya Remaja

Indramayu

196 Mobil Dinas di Indramayu Hilang Misterius! Bupati Lucky Hakim Murka dan Ancam Sanksi Berat

Indramayu

Sosialisasi Raperbup Pemilihan Kuwu Serentak 2025, Pemkab Indramayu Targetkan Pilwu Kondusif dan Transparan

Indramayu

Keluarga Putri Apriyani Tuntut Hukuman Mati untuk Alvian Sinaga

Indramayu

Indramayu Bersatu Tolak Banjir Rob: Warga Eretan Wetan Gelar Aksi Massal

Indramayu

Jaksa Sodorkan BB Palu & CCTV, Ruslandi Tak Sanggah! LBH Ghazanfar: Bumerang Maut Bagi Priyo

Indramayu

Eks TKW di Indramayu Dapat Pelatihan Wirausaha, Dorong Perempuan Lebih Mandiri dan Sejahtera

Indramayu

Refleksi Hari Jadi ke-498: Ihsan Mahfudz Ajak Indramayu Jadi Daerah yang Benar-Benar “Reang”