Suaradermayu.com — Suasana sore di Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu mendadak berubah tegang, Selasa (2/12/2025). Seorang pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor dipergoki warga dan langsung jadi bulan-bulanan massa di depan deretan pertokoan desa tersebut.
Video amatir yang merekam detik-detik pengeroyokan itu cepat menyebar dan viral di media sosial. Dalam rekaman, tampak warga mengerumuni pria itu sambil melayangkan pukulan, sementara arus lalu lintas merambat padat karena banyak pengendara berhenti menonton.
Baca Juga : Viral Maling Motor di Indramayu Apes, Dimassa Hingga Babak Belur
Beruntung, petugas dari Polres Indramayu tiba beberapa menit setelah keributan pecah. Terduga pelaku dalam kondisi tak sadarkan diri langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Indramayu untuk mendapat perawatan intensif.
Kasat Reskrim Polres Indramayu, Muchammad Arwin Bachar, membenarkan bahwa pria tersebut masih belum dapat dimintai keterangan akibat luka berat yang dialaminya.
“Untuk sementara terduga pelaku belum bisa diperiksa karena belum sadar,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (2/12/2025) malam.
Arwin menjelaskan, informasi awal yang dihimpun penyidik menunjukkan bahwa pria itu diduga tengah berusaha membawa kabur sebuah sepeda motor milik warga. Aksinya terhenti ketika beberapa warga melihat gerak-geriknya yang mencurigakan.
“Terduga pelaku ada satu orang. Kami masih menunggu kondisinya stabil untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Arwin.
Baca Juga : Viral Pemuda 19 Tahun Diamuk Warga Usai Diduga Maling Motor di Haurgeulis Indramayu
Meski situasi di lapangan sempat memanas, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan. Kasus dugaan pencurian yang memicu kemarahan warga Singajaya itu tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tetap menindaklanjuti laporan pencurian motor tersebut,” tegas Arwin.
Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku masih menjalani perawatan dan belum sadar penuh. Sementara polisi meminta masyarakat tetap menyerahkan penanganan perkara kepada aparat, agar tindakan main hakim sendiri tidak kembali terjadi. (Waryadi)



























