Suaradermayu.com – Suasana emosional terjadi di depan ruangan Satreskrim Polres Indramayu saat anak kandung Aman Yani akhirnya buka suara terkait nama ayahnya yang disebut-sebut dalam kasus pembunuhan satu keluarga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu.
Di dampingi kuasa hukumnya, Toni RM, Egga Ayu Aryani (31) bersama ibunya, memenuhi undangan pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Indramayu pada Kamis (21/5/2026). Setelah menjalani pemeriksaan, Egga akhirnya meluapkan perasaannya dan menyampaikan pesan kepada sang ayah yang hingga kini terus menjadi sorotan publik dalam kasus tersebut.
Dengan nada penuh emosi, Egga meminta Aman Yani agar tidak terus menghilang dan segera datang memberikan klarifikasi apabila memang merasa tidak bersalah.
“Pah jangan pengecut. Kalau memang kamu terbukti tidak bersalah, datang, ngomong, klarifikasi, selesai. Kamu bisa tinggalin kita, anak kandung dan keluarga, tapi untuk kasus ini tolong datang kalau kamu bukan pengecut,” ujar Egga usai keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Indramayu.
Ucapan Egga langsung menjadi perhatian publik. Kalimat tersebut dinilai bukan hanya bentuk kekecewaan seorang anak terhadap ayahnya, tetapi juga desakan agar Aman Yani bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Di tempat yang sama, mantan istri Aman Yani, Saminah (55), turut mengungkap perjalanan rumah tangganya bersama Aman Yani yang menurutnya penuh luka dan kekecewaan. Dengan suara bergetar, ia mengaku pernah ditinggalkan bersama anak-anaknya setelah Aman Yani pergi membawa sejumlah harta benda keluarga, termasuk barang peninggalan orang tuanya.
Tak hanya itu, Saminah juga mengungkap cerita lain yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Ia mengaku pernah dijanjikan akan diberangkatkan ibadah haji oleh Aman Yani. Namun menurut pengakuannya, uang pendaftaran tersebut justru dibawa pergi.
“Kita naik haji, ada saksinya Pak Gozali orang Cirebon, ternyata kita dibohongin,” kata Saminah.
Pernyataan anak dan mantan istri Aman Yani tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman yang hingga kini masih terus didalami aparat kepolisian.
Kasus pembunuhan satu keluarga almarhum Haji Syahroni sendiri masih menjadi perhatian masyarakat Indramayu setelah berbagai fakta dan nama terus bermunculan dalam proses penyidikan maupun persidangan. (Red/Mashadi)

























