Suaradermayu.com – Pagi itu, Selasa (20/8/2025), suasana di beberapa titik di Kecamatan Jatibarang terasa berbeda. Suara kendaraan dinas Satpol PP dan Damkar melintas, menandakan kegiatan patroli dan penertiban non yudisial sedang berlangsung.
Targetnya jelas, lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong atau bolos oleh pelajar. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus deteksi dini bagi pelajar yang berisiko meninggalkan sekolah.
Di sepanjang rute yang telah ditentukan, tim patroli menemukan tujuh pelajar yang berada di luar area sekolah, terdiri dari dua pelajar pria dan lima pelajar putri. Mereka langsung dibawa ke kantor Kecamatan Jatibarang, bukan sebagai bentuk hukuman, tetapi untuk pembinaan.
Suasana di kantor terasa hangat namun tegas. Para pelajar didata, didampingi guru dan orang tua, kemudian diberikan arahan agar memahami pentingnya kedisiplinan dan kehadiran di sekolah.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarsa, menegaskan tujuan kegiatan ini.
“Kegiatan patroli dan pembinaan ini bukan untuk menghukum, tetapi untuk mengingatkan para pelajar agar disiplin dan memahami tanggung jawabnya di sekolah. Lingkungan belajar yang aman dan kondusif harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Indramayu Kaget Temuan Satpol PP: Anak SMP Tidak Bisa Baca
Teguh menambahkan, “Kami berharap orang tua dan guru juga aktif mendampingi anak-anak agar tindakan preventif ini efektif. Razia seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini.”
Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter dan disiplin. Razia dan pembinaan seperti ini menjadi pengingat bahwa waktu di luar kelas sebaiknya dimanfaatkan dengan bijak, bukan sekadar melewati waktu tanpa tujuan.
Penulis : Pahmi Alamsah

























