Home / Indramayu / Peristiwa

Minggu, 9 Oktober 2022 - 21:09 WIB

Tragis! Petani di Bongas Indramayu Tewas Disambar Petir di Depan Anak Kandungnya

Petani tewas tersambar petir di Desa Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu,Kamis (8/10/2022).

Petani tewas tersambar petir di Desa Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu,Kamis (8/10/2022).

Suaradermayu.com – Suasana duka menyelimuti Desa Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, setelah salah seorang warganya, Sahari (58), ditemukan tewas secara tragis akibat disambar petir di area persawahan pada Sabtu siang (8/10/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga : 2 Petani Indramayu Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk

Yang lebih memilukan, peristiwa nahas itu disaksikan langsung oleh anak kandung korban sendiri, Wahyudi (24), yang saat itu tengah mencari keberadaan ayahnya yang belum juga pulang dari sawah.

Cuaca Ekstrem Disertai Petir

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Indramayu Iptu Didi Wahyudi, kejadian bermula saat hujan deras turun mengguyur wilayah Bongas dan sekitarnya. Hujan lebat disertai petir menggelegar mewarnai langit sore itu. Sahari diketahui masih berada di sawah, seperti kebiasaannya sehari-hari sebagai petani.

“Saat peristiwa terjadi, hujan deras disertai sambaran petir mengguyur wilayah tersebut,” jelas Iptu Didi, Minggu (9/10/2022).

Disambar Petir di Tengah Sawah

Wahyudi, anak kandung korban, merasa khawatir karena sang ayah belum juga kembali ke rumah sejak pagi. Ia pun memutuskan untuk menyusul ke sawah.

Baca juga  Polres Indramayu Edukasi Pelajar Soal Kekerasan Perempuan dan Anak: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

“Anak korban berinisiatif mencari ayahnya karena hujan sudah turun lebat, tapi korban belum juga pulang,” kata Iptu Didi.

Sesampainya di pematang sawah, Wahyudi melihat sang ayah sedang berjalan sendirian di tengah sawah. Namun, sebelum ia sempat menyapa atau mendekat, petir besar menyambar tubuh sang ayah secara tiba-tiba.

“Tiba-tiba saja petir menyambar. Korban langsung terjatuh di tempat,” lanjutnya.

Wahyudi yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepala sendiri langsung berlari mendekati tubuh ayahnya. Sayangnya, saat ditemukan, Sahari sudah tidak bernyawa. Tubuhnya terbakar sebagian akibat sambaran listrik yang sangat kuat.

Luka Bakar di Dada Kiri

Setelah kejadian, Wahyudi segera meminta pertolongan warga sekitar untuk membawa tubuh korban ke rumah. Pihak kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Sidamulya kemudian datang untuk memeriksa kondisi jasad korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka bakar di bagian dada kiri korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkap Iptu Didi.

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Dimutasi Usai Dilaporkan ke Propam: Kebetulan?

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Sahari. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan langsung memakamkan korban pada hari yang sama di pemakaman desa setempat.

Baca Juga : Tiga Petani di Indramayu Tewas Tersambar Petir Saat Memanen Padi

Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa yang dialami Sahari bukan kali pertama terjadi di wilayah Indramayu. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa sempat terjadi, terutama saat musim hujan datang disertai sambaran petir yang cukup ekstrem.

Polres Indramayu melalui Kasi Humas mengimbau warga, khususnya para petani, agar lebih berhati-hati ketika berada di luar ruangan saat cuaca buruk melanda.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada di tempat terbuka seperti sawah, ladang, atau lapangan saat hujan deras dan petir berlangsung,” katanya.

Cuaca ekstrem memang kerap kali tak dapat diprediksi secara akurat. Namun, kewaspadaan dan pengetahuan dasar tentang bahaya sambaran petir bisa membantu mencegah korban jiwa.

Baca juga  Polisi Ringkus 2 Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu

Tangis Haru Iringi Pemakaman

Pemakaman Sahari berlangsung dengan suasana penuh duka. Ratusan warga Desa Bongas turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Sosok Sahari dikenal sebagai petani yang rajin, ramah, dan sangat peduli terhadap keluarga serta lingkungan sekitarnya.

“Beliau orang baik. Tidak pernah menolak kalau diminta bantuan warga. Kami semua kehilangan,” ujar salah satu warga.

Wahyudi, yang menjadi saksi hidup dari peristiwa tersebut, tampak sangat terpukul. Ia tak kuasa membendung air mata saat berbicara kepada para pelayat.

“Saya tidak menyangka, saat saya datang, itu terakhir kali saya melihat Bapak hidup,” ucapnya dengan suara parau.

Baca Juga : Ahok Duga Kebakaran Kilang Pertamina Balongan 2021 Sengaja Dibakar

Musibah yang dialami Sahari menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya cuaca ekstrem yang bisa merenggut nyawa dalam sekejap. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di ruang terbuka saat hujan disertai petir.

Share :

Baca Juga

Ketua LBH Ghazanfar Pahmi Alamsah (kiri) Suasana sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman digelae di Pengadilan Negeri Indramayu

Indramayu

LBH Ghazanfar: Rekayasa CCTV Oknum Polisi & Jaksa Amatiran, Milik Bengkel Sebelah Toko Korban di Paoman

Indramayu

Pemkab Indramayu Dukung Koperasi Merah Putih, Bupati Lucky Hakim: Saatnya Desa Bangkit Lewat Ekonomi Rakyat!

Indramayu

Nama Wakil Bupati Indramayu Dicatut untuk Penipuan, Syaefudin Imbau Warga Waspada

Indramayu

Nyaris Terjadi Tawuran, Polisi Arahan Amankan 10 Pemuda di Indramayu

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Tim Transisi Mendapat Penolakan dari Bupati Aktif

Ekonomi

Baru Dilantik, Lucky Hakim Langsung Cabut Peraturan Bupati yang Menghambat Investasi

Politik

DPRD Indramayu Bongkar Kejanggalan Seleksi Dewan Pengawas PDAM: Dugaan Pelanggaran Prosedur Mencuat

Indramayu

10 Pengedar Narkoba Diciduk di Indramayu, Satu Diantaranya Jaringan Sumatera