Home / Indramayu / Ragam

Rabu, 5 Oktober 2022 - 22:10 WIB

Trah Wiralodra Minta Kejelasan Soal Pusaka Leluhur, DPRD Indramayu Akan Tindaklanjuti

Keluarga Trah Raden Bagus Aria Wiralodra melakukan audensi dengan anggota DPRD Indramayu, Rabu (5/10/2022).

Keluarga Trah Raden Bagus Aria Wiralodra melakukan audensi dengan anggota DPRD Indramayu, Rabu (5/10/2022).

Suaradermayu.com – Keluarga besar Trah Wiralodra, keturunan dari pendiri Kabupaten Indramayu Raden Bagus Aria Wiralodra, menyampaikan aspirasi mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu terkait keberadaan dan pengelolaan sejumlah benda pusaka leluhur.

Baca Juga : Bupati Indramayu Lucky Hakim Resmi Lantik 4 Direksi Baru PT Bumi Wiralodra, Siap Bawa Gebrakan Baru!

Pertemuan berlangsung di Kantor DPRD Indramayu, Rabu (5/10/2022), yang dihadiri langsung oleh Raden Inu Danubaya, keturunan ke-XII Wiralodra. Dalam pertemuan itu, ia menyatakan bahwa pihak keluarga tidak memberikan restu atas pelaksanaan kirab pusaka yang sebelumnya digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Indramayu.

Baca juga  Heboh! Wabup Indramayu Ungkap Fakta Mengejutkan soal Pemecatan Pamong Desa dan TPS Dekat Pemukiman

“Senjata pusaka itu adalah warisan keluarga, bukan milik pemerintah daerah. Kami keberatan jika penggunaannya tidak sesuai nilai-nilai budaya dan adat,” ungkap Inu.

Ia juga menyampaikan keprihatinan karena menurut informasi yang diterimanya, penyimpanan pusaka tersebut kini tidak lagi berada di Pendopo Kabupaten, yang selama ini dianggap tempat yang sakral dan representatif.

“Kami kehilangan akses terhadap pusaka itu. Sejak dipinjamkan kepada pemerintah daerah tahun 2003, tidak pernah lagi diberi informasi kondisi terkini benda-benda tersebut,” tambahnya.

Inu menyebut terdapat sedikitnya 28 benda pusaka, seperti Cakra Udaksana, Kiai Tambu, Galak Handaka, Jubah Tambah Sewu, hingga Oyod Mingmang Latamosandi, yang merupakan warisan sejarah keluarga Trah Wiralodra.

Baca juga  Pilwu Karangampel: Nico Antonio Diduga Langgar Etik DPRD, Potensi Konflik Antarpendukung Meningkat

Baca Juga : Oknum Dosen Wiralodra Rangkap Wartawan Diduga Peras Kepsek, PJI Minta Polisi Profesional

Permintaan Keluarga Trah Wiralodra

Keluarga besar Trah Wiralodra tidak bermaksud memperkeruh suasana, namun hanya ingin ada kejelasan terkait status dan kondisi benda pusaka tersebut. Selain itu, mereka berharap dapat kembali terlibat aktif dalam kegiatan kebudayaan di Indramayu.

“Seperti daerah lain yang melibatkan tokoh adat dan keturunan pendiri daerah, kami pun ingin diakui secara formal dan dilibatkan dalam kegiatan pelestarian budaya,” jelas Inu.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Tidak Becus Awasi Proyek Jalan, Malah Berniat Utang Rp100 Miliar: LBH Ghazanfar Tantang Tunjukkan Satu Saja yang Sesuai RAB

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Muhaemin, menyampaikan bahwa pihak legislatif akan segera melakukan rapat internal untuk mendalami permasalahan ini.

“Kami memahami keresahan keluarga Trah. Ini adalah bagian dari pelestarian budaya. DPRD akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Baca Juga : Heboh! Diduga Sejumlah Anggota DPRD Indramayu Plesiran ke Singapura Saat Kunker ke Batam

Muhaemin menegaskan, DPRD juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan sejarah Indramayu agar tetap terpelihara secara baik dan proporsional, serta tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Polisi Berhasil Tangkap Sang Buronan Bripda Alvian, Toni RM: Luar Biasa

Terpopuler

Dari Palu Godam hingga Bayi 8 Bulan, Priyo Ungkap Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Indramayu

Tangkal Radikalisme, LTM-NU Indramayu Gelar Pelatihan Manajemen Masjid

Sorotan

Kuasa Hukum PMI Indramayu Depresi Tanpa Digaji Desak BP3MI Jabar Bertindak, Pengaduan Mandek Bertahun-tahun

Indramayu

Usai Laporan Toni RM, Kadisdik Indramayu Cek Langsung Atap Kelas SMPN 2 Sindang yang Rusak

Indramayu

Viral! Bupati Lucky Hakim Terjun Langsung Gotong Royong Bersihkan Sampah di Krangkeng, Warga Beri Apresiasi Luar Biasa

Indramayu

Raffi Ahmad Puji Nina Agustina, Warganet Protes

Indramayu

H. Syaefudin Hadiri “Ngobati” di Unwir, Bahas Strategi Pembangunan Indramayu