Suaradermayu.com -Program modernisasi pertanian di Kabupaten Indramayu kembali mendapat dorongan besar dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian RI resmi mengirim 28 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terdiri dari 8 traktor roda empat dan 20 traktor roda dua. Selain itu, mesin panen (komben) juga diberikan dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indramayu.
Penyerahan alsintan berlangsung di Balai Benih Kecamatan Cikedung, Selasa (25/11/2025), dan dihadiri langsung Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap petani di daerah lumbung pangan nasional tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wamentan, serta Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir. Kita semua butuh petani, kalau petani tidak tanam kita tidak bisa makan,” ujar Syaefudin.
Dorong Percepatan Musim Tanam
Syaefudin mengatakan tambahan alsintan akan mengurangi beban tenaga manual dan mempercepat proses pengolahan lahan, yang pada akhirnya menjaga stabilitas produksi padi Indramayu agar tetap surplus setiap tahun.
Dengan luas sawah sekitar 126.000 hektare, kebutuhan alat pertanian modern menjadi keharusan. “Luas lahan sebesar ini tentu memerlukan lebih banyak alsintan agar percepatan musim tanam bisa terlaksana,” tegasnya
Pemotongan Dana Daerah Jadi Tantangan
Di sisi lain, Pemkab Indramayu masih kesulitan memenuhi seluruh kebutuhan petani karena keterbatasan anggaran daerah. Pemotongan dana transfer ke daerah sebesar Rp344 miliar untuk tahun 2026 membuat ruang fiskal semakin sempit.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga layanan untuk petani melalui kerja sama lintas instansi dan pemerintah pusat.
Kebutuhan Alsintan Masih Ribuan Unit
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengungkapkan bahwa jumlah alsintan yang tersedia masih jauh dari ideal. Dalam lima tahun terakhir, Indramayu baru menerima 600–800 unit traktor, baik dari program pusat, provinsi, maupun hibah.
Dengan asumsi satu traktor hanya mampu mengolah 20 hektare, kebutuhan alat untuk menggarap seluruh lahan sawah Indramayu mencapai ribuan unit. “Permasalahan kita jelas: jumlah alsintan tidak sebanding dengan kebutuhan. Kita perlu ribuan traktor untuk mengejar kecepatan olah tanah,” ungkap Sugeng.
Ia berharap bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir agar petani Indramayu tidak tertinggal dalam proses modernisasi pertanian. “Ini untuk kemajuan pertanian kita bersama,” katanya. (Mashadi)

























