Home / Indramayu / Peristiwa

Senin, 10 November 2025 - 08:33 WIB

Tragedi Sungai Cimanuk: Dua Mahasiswa Polindra Ditemukan Tewas Usai Hilang Saat Latihan Rafting

Penemuan mahasiswa Polindra yang tenggelam di Kali Cimanuk

Penemuan mahasiswa Polindra yang tenggelam di Kali Cimanuk

Suaradermayu.com – Suasana duka menyelimuti lingkungan Politeknik Negeri Indramayu (Polindra). Dua mahasiswa mereka, Agung Septiadi dan Muhammad Lana Wiratno, ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang terseret arus deras Sungai Cimanuk saat latihan rafting bersama rekan-rekan komunitas pencinta alam kampus.

Pencarian intensif yang digelar sejak Sabtu (8/11/2025) akhirnya berakhir pada Senin (10/11/2025) dini hari, setelah tim gabungan SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan berhasil menemukan kedua korban dalam waktu berdekatan.

Detik-detik Ditemukannya Korban

Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, mengonfirmasi korban pertama, Agung Septiadi, ditemukan pukul 21.50 WIB di Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Juntinyuat — lokasi awal insiden nahas itu terjadi.

Baca juga  Operasi Polisi di Indramayu: 32 Tersangka Disapu, 128 Gram Sabu & Ribuan Pil Dibekuk Polisi

“Korban pertama muncul di permukaan air di sekitar bendungan. Kami sempat menutup dan membuka beberapa pintu air agar tubuh korban bisa terdorong ke pinggir,” ujar Eddy.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 00.30 WIB, pencarian berbuah lagi. Korban kedua, Muhammad Lana Wiratno, ditemukan di Blok Gandok, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.

Baca juga  Guru PAUD Belum Terima Insentif, Disdikbud Indramayu Janji Cair Minggu Ini

“Dengan ditemukannya korban kedua, operasi SAR resmi ditutup,” kata Eddy.

Kronologi Singkat Kejadian

Sabtu sore (8/11/2025), tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (KOMPA) Polindra melakukan latihan arung jeram di Sungai Cimanuk. Namun, arus yang tiba-tiba deras membuat perahu karet mereka terbalik dan menenggelamkan beberapa peserta.

Lima mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya — Agung dan Lana — dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan tewas dua hari kemudian.

Penelusuran Arus Sungai Cimanuk

Sungai Cimanuk memang kerap disebut berbahaya karena arusnya tidak stabil. Di beberapa titik, terutama di wilayah bendungan karet, pusaran air dapat muncul tiba-tiba. Tim SAR menilai faktor alam menjadi penyebab utama kecelakaan ini, namun evaluasi keamanan kegiatan mahasiswa juga akan dilakukan.

Baca juga  VIRAL! Foto Bupati Lucky Hakim Tampak Akrab dengan Tersangka KPK, Ada Apa?

Tragedi di Sungai Cimanuk menjadi pengingat pahit bahwa alam tak bisa diprediksi. Di balik semangat petualangan dan latihan, ada tanggung jawab besar untuk memperhatikan keselamatan.

Kini, dua mahasiswa Polindra telah berpulang, meninggalkan jejak duka mendalam sekaligus pesan abadi: cinta alam harus selalu diiringi kehati-hatian. (Mashadi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Ratusan Buruh Tani Indramayu Blokir Jalan Tolak Kenaikan BBM dan Tuntut Reforma Agraria

Indramayu

APBD Perubahan Indramayu 2022 Disepakati, Anggaran Motor Kuwu Dihapus, BLT BBM Dialokasikan

Indramayu

SMSI Indramayu Akan Gelar UKW: Cetak Wartawan Profesional dan Berintegritas di Era Digital

Indramayu

Bahaya, Lampu Merah Bunderan Kijang Mati, Pengguna Jalan Resah

Kriminalitas

Masih Ingat Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu? Kini Masuk Meja Hijau

Indramayu

Banjir Sungai Cimanuk di Indramayu Mulai Surut, BPBD Tetap Waspada

Indramayu

Mahasiswa Laporkan Akun Medsos Penyebar Fitnah Wakil Bupati Indramayu, Tiga Nama Terseret

Indramayu

Remaja di Indramayu Hanyut Terseret Arus Sungai Cipanas