Suaradermayu.com – Kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memasuki babak baru. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa polisi telah menangkap terduga pelaku di balik tragedi yang menewaskan lima anggota keluarga tersebut.
Melalui akun media sosial pribadinya, Senin (8/9/2025), Dedi menyampaikan apresiasi atas kerja keras aparat kepolisian.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda Jabar, Ditreskrimum Polda Jabar, Kapolres Indramayu, serta Satreskrim Polres Indramayu atas pengungkapan kasus ini. Hari ini dilakukan penangkapan dan pemeriksaan,” ucap Dedi di akun Instagram @dedimulyadi71.
Ia juga berharap pelaku dijatuhi hukuman setimpal.
“Semoga pelaku pembunuhan mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya,” tegasnya.
Suasana Duka di Rumah Bercat Merah Muda
Warga Paoman masih diselimuti duka mendalam. Lima jenazah satu keluarga ditemukan terkubur dalam satu liang di halaman rumah bercat merah muda milik Haji Sachroni (76). Penemuan ini berawal dari kecurigaan kerabat dan tetangga karena rumah korban mendadak sepi tanpa aktivitas.
Awal Kecurigaan Warga
Ema (55), kerabat dekat korban, mengaku mencium bau busuk beberapa hari sebelum kejadian terbongkar. Kecurigaan makin kuat ketika keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi, padahal biasanya aktif berinteraksi dengan tetangga.
“Rumah terkunci, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Begitu masuk halaman, bau busuk sangat menyengat. Saat mendekati gundukan tanah di bawah pohon nangka, saya melihat jelas kaki manusia muncul dari dalam tanah. Itu jasad Haji Sachroni,” tutur Ema dengan suara bergetar, Rabu (3/9/2025).
Polisi Temukan Lima Jenazah Sekaligus
Laporan warga segera ditindaklanjuti aparat kepolisian. Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, petugas melakukan penggalian dan menemukan lima jasad sekaligus dalam satu liang.
Identitas korban yaitu:
Haji Sachroni (76)
Budi Awaludin (40), anak korban
Euis Juwita Sari (37), menantu korban
Ratu (7), cucu korban
Seorang bayi berusia 10 bulan
“Yang pertama terlihat hanya jasad Haji Sachroni. Lainnya baru dievakuasi polisi. Sampai sekarang saya masih tidak percaya,” tambah Ema.
Keterangan Tetangga: Ada Mobil Pikap Misterius
Sohib (42), tetangga korban, mengaku sejak Kamis (28/8/2025) komunikasi keluarga Sachroni terputus. Pesan singkat maupun panggilan telepon tak pernah dijawab.
Ia juga mengingat ada dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban pada Sabtu dini hari (30/8/2025). Warga tidak menaruh curiga kala itu. Namun setelah penemuan jenazah, barulah kejadian tersebut dianggap mencurigakan.
“Semua baru nyambung setelah tahu ada korban terkubur. Sangat mengerikan,” kata Sohib.
Harapan Warga untuk Kepolisian
Tragedi ini menimbulkan trauma mendalam, terutama karena salah satu korban masih bayi. Warga berharap aparat kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan memastikan pelaku mendapat hukuman berat.
“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut,” ucap Sohib mewakili keresahan warga Paoman.


























