Suaradermayu.com – Rencana pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu sepanjang 46 kilometer kini semakin mendekati kenyataan. Tol ini bukan hanya akan mempercepat konektivitas menuju Bandara Internasional Kertajati, tetapi juga digadang-gadang menjadi kunci transformasi Indramayu sebagai kawasan industri maju dan pusat ekonomi baru di Jawa Barat.
Baca Juga : Proyek Tol Indramayu–Kertajati Dipercepat, Bupati Lucky : Dorong Ekonomi Rakyat & Dukung Layanan Haji
Pembangunan tol ini telah masuk dalam dokumen Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional (RUJJN) 2025–2029, sesuai SK Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023. Artinya, proyek tersebut kini berstatus sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembahasan Studi Awal Libatkan Lintas Kementerian
Keseriusan proyek ini ditunjukkan dengan digelarnya pembahasan studi pendahuluan secara daring pada Senin (19/5/2025), yang melibatkan sejumlah kementerian, ahli infrastruktur, serta pejabat daerah. Dalam pertemuan tersebut hadir:
Hera Zetha Rahman (Tenaga Ahli Manajemen dan Pembiayaan Infrastruktur)
Ira Chaerunisa (BPIW Kementerian PUPR)
Astu Gagono (Bappenas)
Stefanus Kristanto (Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR)
Tim Bappeda-Litbang dan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu
Menurut Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Indramayu, Omat, pembangunan Tol Kertajati merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut efisiensi logistik, konektivitas kawasan, dan peningkatan daya saing daerah.
“Tol Kertajati akan menghubungkan kawasan industri, bandara, dan pusat pertumbuhan baru di Indramayu. Ini akan menjadi fondasi kemajuan jangka panjang,” ujar Omat.
Baca Juga : Bupati Lucky Hakim Tinjau Pembangunan Pabrik Sepatu PT. SBL di Krangkeng, Siap Serap 18.000 Tenaga Kerja
Dorong Pertumbuhan Kawasan Industri Strategis
Tol sepanjang 46 kilometer ini akan menjadi akses vital ke berbagai proyek strategis di Indramayu, seperti:
Kawasan Industri Losarang
Kilang Petrochemical Balongan (Pertamina Group)
Pabrik Sepatu di Krangkeng
Asrama Haji Jawa Barat di Lohbener
Seluruh kawasan ini disebut membutuhkan dukungan infrastruktur tol agar ekosistem logistik dan pelayanan publik dapat berjalan maksimal.
“Akses jalan tol akan mempercepat distribusi bahan baku dan hasil produksi. Ini peluang besar untuk menarik investor dan membuka ribuan lapangan kerja baru,” jelas Omat.
Indramayu Menuju Kawasan Rebana Metropolitan
Pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu juga merupakan bagian dari pengembangan Rebana Metropolitan, poros ekonomi baru yang meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, dan Indramayu. Dengan dukungan infrastruktur memadai, wilayah ini diproyeksikan menjadi magnet investasi dan industrialisasi di Jawa Barat bagian utara.
“Indramayu tidak lagi sekadar kota agraris. Dengan tol ini, kita menuju kota industri yang kompetitif secara nasional dan global,” tambahnya.
Akselerasi Konektivitas dan Transformasi Wilayah
Selain memperkuat sektor industri, kehadiran tol ini juga mempercepat akses masyarakat menuju Bandara Kertajati serta mempermudah jalur logistik dan distribusi ke wilayah pantura dan Jakarta.
Baca Juga : Bupati Lucky Sebut Pabrik Sepatu Terisi Indramayu, Serap 30 Ribu Warga!
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik proyek ini dan berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti hasil studi awal dengan analisis kelayakan, perencanaan teknis, dan pembangunan fisik dalam waktu dekat.


























