Home / Daerah

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 12:57 WIB

Santri dan Kiai Cirebon-Indramayu Desak Trans7 Jalankan Tiga Tuntutan Usai Kunjungan Chairil Tanjung

Santri dan Kiai Cirebon-Indramayu Desak Trans7 Jalankan Tiga Tuntutan Usai Kunjungan Chairil Tanjung

Santri dan Kiai Cirebon-Indramayu Desak Trans7 Jalankan Tiga Tuntutan Usai Kunjungan Chairil Tanjung

Suaradermayu.com – Gelombang reaksi dari kalangan pesantren terhadap tayangan yang dinilai melecehkan martabat santri masih terus bergulir. Kali ini, para kiai dan santri dari wilayah tiga Cirebon — meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu — menyampaikan tiga tuntutan resmi kepada pihak Trans7 dan Trans Corporation, meski pemiliknya, Chairul Tanjung (CT), telah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Pertemuan dan pernyataan sikap itu digelar di Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (24/10/2025), dan dihadiri oleh jajaran Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, serta pengurus PCNU dari tiga daerah tersebut.

Latar Belakang Tuntutan

Ketua PCNU Kabupaten Indramayu, KH Muhammad Mustofa, menjelaskan bahwa munculnya tuntutan ini merupakan bentuk keprihatinan mendalam atas tayangan yang dianggap merugikan citra pesantren dan santri.

Baca juga  Tahap Pertama, PCNU Indramayu Melalui Lazisnu Beri Bantuan Rp 60 Juta ke Palestina

“Kami menghargai langkah CT datang ke Lirboyo, tetapi penyelesaian masalah tidak cukup dengan itu. Ada langkah nyata yang harus diambil Trans7 agar peristiwa serupa tidak terulang,” tegas KH Mustofa.

Isi Pernyataan Sikap Santri dan Pesantren Wilayah Tiga Cirebon

Dalam pernyataan sikap bersama tersebut, terdapat tiga poin tuntutan utama yang disampaikan kepada manajemen Trans7 dan Trans Corporation:

1. Membersihkan lingkungan kerja dari paham dan anasir radikalisme, baik di level pimpinan maupun karyawan.

Baca juga  PC GP Ansor Indramayu Buka 4 Posko Mudik Lebaran 2025 di Jalur Pantura

2. Menayangkan klarifikasi resmi selama tujuh hari berturut-turut, dengan durasi tayang tiga kali sehari pada jam utama (prime time).

3. Menayangkan profil dan kegiatan pesantren secara proporsional, dengan waktu dan durasi yang disepakati bersama.

Seruan untuk Komitmen Media Positif

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie, menekankan pentingnya komitmen nyata dari pihak Trans7 untuk membangun narasi positif tentang dunia pesantren di media massa.

“Kunjungan CT ke Lirboyo memang langkah awal yang baik. Tapi pesantren dan santri di seluruh Indonesia ingin melihat bukti nyata, bukan hanya permintaan maaf,” ujarnya.

Baca juga  PCNU Indramayu Gelar Tarawih Keliling di Desa Lombang, Pererat Ukhuwah Islamiyah

“Yang kami harapkan, Trans7 konsisten menayangkan konten Islam rahmatan lil ‘alamin — Islam yang menebar kedamaian, bukan kebencian,” tambah Kang Aziz.

Langkah Awal Memperbaiki Hubungan Media dan Pesantren

Pernyataan sikap ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia pesantren tidak tinggal diam dalam menjaga kehormatan dan nilai-nilai keislaman. Kalangan santri di wilayah tiga Cirebon berkomitmen mengawal isu ini hingga tuntutan benar-benar dilaksanakan.

Gerakan moral ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi media nasional agar lebih berhati-hati dalam menyajikan konten yang berkaitan dengan lembaga pendidikan Islam dan masyarakat pesantren. (Ahmad Faisal)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Kompensasi Penyapu Koin di Kali Sewo, Bupati Lucky Hakim Diminta Mendata

Daerah

VIRAL! Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Buku dan Pulpen

Daerah

Dugaan Skandal Rp13,3 M di Baznas Jabar: Mantan Pegawai Lapor Korupsi, Kini Jadi Tersangka

Peristiwa

Tragedi Laut Indramayu: Kapal Nelayan Dihantam Tongkang di Pulau Biawak, 2 Tewas dan 4 Hilang

Daerah

Dedi Mulyadi Tegaskan Instruksi Presiden soal Sampah, Kepala Daerah Diminta Patuh

Daerah

Kapolda Jabar Terbitkan Maklumat Perangi Aksi Premanisme

Daerah

PWI DIY Dukung Penuh Usulan Hari Kebudayaan Nasional, Ini Alasan dan Tokoh di Baliknya

Daerah

Dedi Mulyadi Hapus PR, Siswa Wajib Masuk Sekolah Pagi!