Suaradermayu.com – Beredar rekaman video yang memperlihatkan Staf Khusus Bupati Indramayu Lucky Hakim, Salman, menyampaikan pernyataan kepada Camat Anjatan terkait pembangunan pasar Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan.
Baca Juga : Figur di Balik Layar Pemerintahan Indramayu, Siapa Salman yang Kerap Bawa Nama Bupati?
Dalam rekaman tersebut, Salman terdengar menyatakan agar tidak lagi dilakukan mediasi, karena menurutnya persoalan pembangunan pasar desa telah memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kalau orang sudah benar dalam hukum jangan dimediasi lagi, buat apa orang yang salah dimediasi begitu Pak Camat,” ujar Salman dalam rekaman tersebut.
Baca Juga : Oo Tantang Staf Khusus Bupati Lucky Bahas Kebobrokan dan Keterpurukan Indramayu di Forum Akademik Terbuka
Salman juga menyebut bahwa dirinya menjalankan perintah Bupati Indramayu untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kabag Hukum Pemkab Indramayu, Jafar. Dari hasil koordinasi tersebut, disebutkan bahwa Kuwu Bahar memiliki hak secara regulasi untuk membangun pasar desa.
“Sekali lagi Pak Bupati memerintahkan saya untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pak Jafar Kabag Hukum Pemkab Indramayu. Hasilnya menyatakan bahwa Kuwu Bahar itu mempunyai hak secara regulasi untuk membangun pasar desa,” lanjutnya.
Baca Juga : Salman Hilang Saat Massa AWDB Geruduk Pendopo Indramayu, Stafsus Bupati Dianggap Arogan dan Rasis
Dalam rekaman yang sama, Salman kembali menegaskan agar tidak ada lagi upaya mediasi dan meminta Camat Anjatan untuk menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang ada.
“Jangan ada kata mediasi lagi. Tunaikan hukum yang ada ya Pak Camat. Nanti akan ada tindak lanjut dari pihak Kuwu untuk menindaklanjuti hasil kajian hukum tersebut. Jadi Pak Camat jangan mediasi lagi, mediasi lagi, nanti tidak kelar-kelar,” tegasnya.
Baca Juga : PKSPD Bongkar Pengangkatan Salman: Bupati Lucky Hakim Dinilai Langgar Aturan dan Abaikan Regulasi!
Belum diketahui secara pasti kapan rekaman video tersebut dibuat dan dalam konteks peristiwa apa percakapan itu berlangsung.
Redaksi Suaradermayu.com telah berupaya menghubungi Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman untuk meminta klarifikasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons. (Pahmi)




























