Suaradermayu.com – Hujan deras disertai angin kencang mengguncang wilayah Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/11/2025) sore. Dalam hitungan menit, angin berputar yang diduga kuat merupakan angin puting beliung menerjang dua desa sekaligus: Sukaperna dan Lajer.
Rekaman video yang diterima Suaradermayu.com memperlihatkan atap-atap rumah beterbangan, sementara sejumlah warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan tampak kehilangan sebagian atapnya akibat terjangan angin.
Warga Gotong Royong Bersihkan Kerusakan
Usai kejadian, warga langsung turun tangan membersihkan genteng dan material bangunan yang berserakan. Suasana gotong royong terlihat dari gang-gang kecil hingga halaman rumah yang terdampak.
Camat Tukdana, Heka Sugoro, mengatakan hujan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian disusul angin kencang yang bergerak cepat dari arah barat ke timur.
“Angin datang bersamaan dengan hujan deras sekitar pukul 15.00 WIB. Dua desa terdampak, Sukaperna dan Lajer. Tidak ada korban jiwa, hanya genteng rumah warga dan balai desa yang bergeser,” ujar Heka.
Kepala Desa: Angin Berputar Datang Sangat Cepat
Kepala Desa Sukaperna, Dian Sudiana, menyebut peristiwa itu berlangsung singkat namun cukup mengejutkan. Angin berputar menerjang beberapa RT secara berurutan.
“Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB. Angin berputar datang dari barat menuju timur, menerjang RT 6, RT 4, RT 1, sampai balai desa,” ungkap Dian.
Menurutnya, kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap. Banyak genteng terlepas, bahkan sejumlah atap sempat terangkat angin.
“Rata-rata yang rusak bagian atap. Genteng pada berjatuhan, sebagian atap rumah warga ada yang terangkat,” tambahnya.
Total 23 Rumah Rusak, Kantor Desa Ikut Terdampak
Berdasarkan pendataan awal, 20 rumah di Desa Sukaperna dan lima rumah di Desa Lajer mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Kantor Desa Sukaperna juga ikut terdampak akibat terpaan angin.
Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, membenarkan adanya kejadian puting beliung tersebut dan memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
“Kerusakan mayoritas pada bagian atap. Tim kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan dampak keseluruhan,” jelas Oce.
BPBD Indramayu telah menurunkan tim kaji cepat untuk melakukan assessment dan membantu warga yang terdampak.
BPBD Lakukan Pendataan Lanjutan
Meski situasi sudah kondusif, proses pendataan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan bantuan serta memonitor kondisi bangunan yang berisiko.
“Data pastinya masih di-assessment oleh tim di lapangan,” kata Oce. (Mashadi)


























