Home / Indramayu / Kriminalitas / Terpopuler

Kamis, 9 April 2026 - 08:00 WIB

Pelaku Sebenarnya Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Belum Juga Ditangkap, Toni RM Tuntut Kapolres Indramayu Mundur

Terdakwa Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30) saat masih menjalani penyidikan di Polres Indramayu (kiri) dan Penasehat Hukum Terdakwa Toni RM (kanan)

Terdakwa Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30) saat masih menjalani penyidikan di Polres Indramayu (kiri) dan Penasehat Hukum Terdakwa Toni RM (kanan)

Suaradermayu.com – Penasehat hukum terdakwa, Toni RM, menegaskan bahwa keterlibatannya mendampingi Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30) semata-mata untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Poaman, Kabupaten Indramayu.

Toni menekankan pentingnya keadilan dan kebenaran, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang hingga kini belum juga diproses .

Sejak nama-nama pelaku yang sebenarnya diungkap oleh Priyo saat sidang pertama di Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (26/2/2026), hingga kini, Polres Indramayu belum mengambil tindakan untuk menangkap para pelaku.

Menurut Priyo, pelaku sebenarnya adalah:

Hardi, yang membunuh Budi Awaludin.

Yoga, yang membunuh istri Budi, Euis, serta dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 8 bulan, dan juga membunuh Sahroni, ayah Budi.

Joko, yang bersama Priyo menguburkan lima jenazah.

Ririn Rifanto, menurut Priyo, tidak terlibat pembunuhan.

Baca juga  Habib Lutfi dan BNPT Kunjungi Indramayu, Bahas Pencegahan Radikalisme

Aman Yani, disebut sebagai otak kasus.

Toni RM menegaskan bahwa nama-nama tersebut bukan fiktif. Priyo menyatakan memiliki foto Aman Yani, dan identitas Joko terkonfirmasi melalui rekaman CCTV Toko Bangunan. Namun, ketika informasi ini disampaikan ke polisi, Priyo dan Ririn diduga mengalami penyiksaan oleh oknum penyidik.

Toni menyoroti tindakan aparat yang diduga menggunakan kekerasan fisik terhadap orang miskin dan lemah, termasuk Ririn yang tulangnya patah, dan Priyo yang kakinya bengkok, untuk memaksa mereka mengaku sebagai pelaku utama.

Kasus pembunuhan satu keluarga ini bermula pada 28 Agustus 2025. Priyo datang ke rumah Budi untuk menagih utang Rp120 juta atas perintah Aman Yani, sedangkan Ririn menemani atas permintaan Budi.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Joko mengajak Ririn keluar, sementara Hadi dan Yoga memasuki rumah dan melakukan eksekusi terhadap Budi, Euis, anak-anaknya, dan Sahroni. Priyo menyaksikan sebagian aksi tersebut, kemudian diminta membersihkan darah dan membantu menguburkan jenazah bersama Joko.

Baca juga  Toni RM Bongkar Pertamina Belum Kantongi Izin dan Persiapan Matang untuk Penutupan Jalan

Menurut Toni RM, pengungkapan fakta secara terbuka sangat penting. Priyo menegaskan bahwa ia hanya terlibat dalam penguburan jenazah dan bukan pelaku pembunuhan.

Toni menekankan bahwa orang yang tidak bersalah, seperti Ririn Rifanto, harus dibebaskan, sementara Priyo Bagus Setiawan hanya turut menguburkan jenazah. Pelaku sebenarnya harus dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa pendampingan hukumnya bukan untuk mengaburkan proses hukum, tetapi untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam menetapkan tersangka.

Selain itu, keterangan tambahan menguatkan identitas para pelaku: Yoga disebut hadir di rumah Budi bersama tiga orang temannya, 30 menit sebelum tragedi, berdasarkan laporan telepon korban Euis ke ibunya.

Rekaman CCTV juga menunjukkan keberadaan Joko, yang selama ini dipertanyakan penyidik. Toni RM menyatakan kekecewaannya karena banyak sidik jari di TKP tidak teridentifikasi, yang menurutnya memperkuat keterangan terdakwa terkait pelaku pembunuhan utama.

Baca juga  Kapolres Bersama Dandim 0616 Sambangi Kediaman Ketua NU Indramayu

Toni menekankan, pendampingan hukum bukan untuk mengaburkan proses hukum, tetapi untuk memastikan keadilan bagi korban, terdakwa yang tidak bersalah, dan masyarakat luas.

Toni RM menegaskan bahwa sebelum mendampingi kedua terdakwa, ia melakukan investigasi mendalam terhadap kasus tersebut. Berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan, Toni siap menyerahkan bukti kepada Polres Indramayu untuk menangkap dan memproses pelaku sebenarnya. Namun, hingga saat ini, Polres Indramayu disebut enggan mengusut tuntas para pelaku.

Toni RM mendesak Kapolres Indramayu untuk segera bertindak:

“Kapolres jangan diam saja. Kalau tidak mampu mengungkap pelaku yang sebenarnya, mundur dari Indramayu!”

Suaradermayu.com hingga kini masih berupaya meminta klarifikasi tanggapan Kapolres Indramayu terkait tuntutan Toni RM agar segera menangkap pelaku sebenarnya.

Share :

Baca Juga

Karangan bunga di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (28/2/2023).

Indramayu

Karangan Bunga Ucapan Selamat Mundur Wabup, Lucky Hakim: Mending Uangnya Buat Korban Banjir

Terpopuler

Petugas Damkar Indramayu Bantu Warga Pasang Tabung Gas Elpiji yang Tak Menyala

Indramayu

INDRAMAYU REANG: Warga Anjatan Serbu Layanan Disdukcapil, Ternyata Ini yang Mereka Cari!

Hukum

LBH Ghazanfar Bongkar Skandal Oknum Penyidik dan Jaksa Fabrikasi Alat Bukti Sidik Jari Demi Tuntutan Mati di Sidang Paoman

Terpopuler

Didukung Mayoritas Pemilik Suara, Hendry Ch Bangun Siap Maju Kembali di Kongres PWI Persatuan

Teknologi

Dukung Program De-Kat, Dishub Indramayu Rutin Lakukan Pemeliharaan PJU di Ruas Jalan

Indramayu

Desa Ilir Bebas Banjir! PUPR Indramayu Normalisasi Sungai, Petani Terselamatkan

Ekonomi

Aturan Baru BBM Subsidi 2026: Pembelian Dibatasi Maksimal 50 Liter per Hari