Home / Daerah

Jumat, 11 Juli 2025 - 06:32 WIB

Mulai 14 Juli, Jam Masuk Sekolah di Jabar Dimajukan Jadi 06.30 WIB, Ini Penjelasan Disdik

Ilustrasi : Siswa SD masuk sekolah pagi 06.30 WIB di Jawa Barat

Ilustrasi : Siswa SD masuk sekolah pagi 06.30 WIB di Jawa Barat

Suaradermayu.comDinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menetapkan bahwa jam masuk sekolah akan dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB mulai tahun ajaran baru 2025/2026 yang dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Aturan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 58/PK.03/DISDIK tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan.

Baca Juga : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Hanya Senin-Jumat, Masuk Pukul 06.00 Pagi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa aturan tersebut berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Iya, mulai tahun pelajaran baru 2025/2026 aja. Pak Gubernur sudah kirim edaran ke bupati, wali kota, dan kami juga sudah menyampaikan ke seluruh sekolah,” kata Purwanto, Selasa (8/7/2025).

Baca juga  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Setop Izin Perumahan Se-Jawa Barat, Ini Alasannya

Tidak Wajib Mutlak, Bisa Ajukan Dispensasi

Meski telah ditetapkan, jam masuk pukul 06.30 WIB bukanlah kebijakan yang bersifat wajib tanpa pengecualian. Disdik Jabar memberikan fleksibilitas kepada sekolah-sekolah untuk menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, baik dari sisi geografis, keamanan, maupun budaya lokal.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Janji Tindak Tegas Oknum Wartawan dan LSM Kerap Peras Kepala Sekolah

“Kalau sekolah merasa tidak memungkinkan, bisa mengajukan dispensasi ke kantor cabang dinas. Nanti akan diverifikasi apakah kendalanya memang benar,” jelas Purwanto.

Ia mencontohkan, beberapa sekolah mungkin memiliki kultur santri atau kebiasaan anak-anak mengikuti pengajian subuh hingga pukul 06.00 WIB. Hal seperti itu akan dipertimbangkan sebagai kendala kultural yang layak diberi pengecualian.

Baca juga  Sekolah Rakyat Indramayu Akan Berdiri di Atas 10 Hektare, Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

“Kalau anak-anak itu masih ngaji sampai jam enam, ya disurvei dulu. Jangan sampai ngeles aja karena malas bangun pagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga : P2G Tolak Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Bahaya Kesehatan dan Pendidikan Siswa!

Faktor Keamanan dan Sosial Jadi Pertimbangan

Disdik juga mempertimbangkan faktor keamanan. Sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan, atau memiliki akses jalan yang berbahaya saat pagi buta, dapat menyampaikan alasan tersebut untuk pengajuan dispensasi.

“Prinsipnya tidak memaksa, tapi mendorong efisiensi waktu belajar pagi hari. Sekolah yang punya kendala bisa koordinasi dengan cabang dinas,” tegas Purwanto.

Kebijakan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan disiplin dan efektivitas pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, ia berharap seluruh satuan pendidikan tetap menjalankan aturan ini secara bijak dan kontekstual.

Baca juga  MPLS 2025 di Jabar Libatkan TNI-Polri, Disdik: Bentuk Generasi Tangguh Sejak Hari Pertama

Baca Juga : Dedi Mulyadi Hapus PR, Siswa Wajib Masuk Sekolah Pagi!

Respon Masyarakat dan Sekolah

Kebijakan ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebagian kalangan orang tua menyambut baik karena dianggap bisa membuat anak lebih disiplin dan punya waktu belajar lebih banyak. Namun ada pula yang mengeluhkan waktu persiapan jadi lebih singkat, terutama bagi siswa yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah.

Beberapa guru dan kepala sekolah juga berharap pemerintah memberikan pedoman teknis yang jelas serta mendukung fasilitas penunjang seperti pencahayaan jalan dan keamanan lingkungan sekitar sekolah.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura

Sorotan

Ono Surono Saksikan Langsung KPK Geledah Rumahnya Terkait Kasus Suap Proyek Bekasi

Kriminalitas

KPK Tetapkan Tersangka Bupati Rejang Lebong, Diduga Minta “Jatah” Proyek hingga 15 Persen

Daerah

Keuntungan Dapur MBG Dipakai Bedah Rumah Warga Miskin oleh Crazy Rich Madura di Bangkalan

Daerah

Dedi Mulyadi Hapus PR, Siswa Wajib Masuk Sekolah Pagi!

Daerah

Dedi Mulyadi Tolak Hentikan Program Panca Waluya Meski Dikritik, Ada Apa di Baliknya?

Daerah

Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi, Kejati Jabar Tahan Sekwan dan Tetapkan Wakil Ketua sebagai Tersangka

Daerah

Silaturahmi Hangat di Lembur Pakuan: Mendagri Tito dan Kepala Daerah Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat