Home / Indramayu

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:44 WIB

Lucky Hakim Ajak Petani Jangan Takut dengan Ular Sahabat Petani: Tidak Berbisa

Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ular untuk membasmi hama tikus di persawahan

Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ular untuk membasmi hama tikus di persawahan

Suaradermayu.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menepis kekhawatiran masyarakat terkait program “Ular Sahabat Tani” yang ia gagas untuk mengatasi hama tikus. Lucky menjamin bahwa ular yang dilepas ke sawah adalah jenis yang tidak berbisa dan aman bagi manusia.

Beberapa warga sempat khawatir ular bisa mematuk atau muncul predator berbahaya seperti king kobra di sawah. Menanggapi hal ini, Lucky menepis semua kekhawatiran tersebut.

“Menurut saya di sini gak ada king kobra, ular sawahnya saja gak ada,” ujar dia kepada media, Minggu (17/8/2025).
“Selama ini saya belum mendengar ada kemunculan king kobra di Indramayu. Kalau kobra saya yakin pasti ada, tapi itu yang kecil. Tapi kalau king kobra? Saya rasa gak ada, itu biasanya di hutan,” tambahnya.

Dahulu mungkin ada predator berbahaya seperti king kobra, namun kondisi Indramayu kini sudah berubah. Hutan-hutan beralih menjadi pemukiman dan ekosistem persawahan. Sawah-sawah di Indramayu juga telah digarap selama puluhan tahun oleh petani, sehingga kecil kemungkinan predator berbahaya muncul.

Baca juga  Toni RM Minta Bripda Alvian Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Sedangkan soal kekhawatiran petani dipatuk ular, Lucky menegaskan bahwa tidak semua ular berbahaya. Ular yang dilepas adalah jenis ular lanang sapi dan ular koros, yang tidak berbisa dan aman bagi manusia. Kedua jenis ular ini efektif memangsa tikus dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Jika petani menemukan ular tersebut di sawah, mereka cukup mengusirnya, karena ular akan kabur dengan sendirinya dan tidak akan menyerang.

“Petani jangan takut dengan ular yang tadi. Kalau misalkan ketemu ular, usir-usir saja dia pasti pergi kok,” ujar Lucky.
Dalam hal ini, yang lebih dikhawatirkan Lucky justru adalah eksploitasi berlebihan terhadap ular itu sendiri, yang dapat merusak keseimbangan ekosistem sawah.

Baca juga  Calon Bupati Nina Agustina dan Kuwu Juntiweden Dilaporkan ke Bawaslu Indramayu

Lucky juga mengungkapkan praktik eksploitasi predator alami di wilayah Ciayumajakuning dan sekitarnya. Banyak penangkap ular berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan di Cirebon terdapat tempat pengepul ular.

“Saya yakin itu ditangkapnya dari wilayah Ciayumajakuning (Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan),” ujar dia.

Menurut Lucky, ular ditangkap untuk diambil kulitnya dan dagingnya dijadikan abon ular. Begitu pula burung hantu yang banyak ditembak dan ditangkap, termasuk biawak yang kerap dijadikan sate.

Karena eksploitasi berlebihan ini, populasi tikus di sawah justru makin merajalela. Petani sendiri sebenarnya sudah berupaya melakukan berbagai cara untuk melawan tikus, mulai dari menggunakan racun, memasang perangkap, hingga memakai listrik, kata Lucky.

Lucky menekankan bahwa ular sahabat tani merupakan predator alami yang efektif mengendalikan populasi tikus, yang selama ini meresahkan petani. Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan setrum listrik sangat berbahaya dan sudah banyak menelan korban.

Baca juga  Viral! Sekretaris Camat di Indramayu Diperiksa Polisi, Imbas Puluhan Makam Disegel

“Setrum listrik bisa menimbulkan kecelakaan serius hingga kematian. Selain itu, metode ini merusak tanaman padi dan lingkungan. Ular sahabat tani lebih aman dan efektif,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengeksploitasi predator alami lain, seperti burung hantu dan biawak, karena penangkapan berlebihan justru memperparah serangan tikus di sawah.

Melalui program “Ular Sahabat Tani,” Lucky berupaya mengembalikan keseimbangan ekosistem sawah, membantu petani mengurangi kerugian akibat hama tikus, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Sejumlah petani awalnya khawatir melihat ular di sawah, tetapi setelah mendapat penjelasan, mereka mulai memahami manfaat ular dalam menjaga panen.

“Awalnya takut, tapi kalau ular ini aman dan bisa kurangi tikus, saya mau coba. Setrum listrik jelas berbahaya dan banyak korban,” kata Rosidi (46), salah satu petani lokal dari Desa Singajaya.

 

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Tangis Haru Warnai Perpisahan MI Assalafiyah Singajaya, Siswa Sungkeman Usai Tampil Kreasi Seni

Edukasi

Abah Ibing Ajak Warga Singaraja Bersatu Usai Pilwu: Damai Itu Indah, Bersatu Itu Ibadah

Indramayu

KOMPI Sebut Dibohongi Bupati Lucky Hakim: Ngaku ke Subang Ternyata Ada di Pendopo

Indramayu

SMSI : Roadmap Transformasi Digital Indramayu: Kolaborasi Pemerintah, Media, dan Masyarakat

Indramayu

Ratusan Petani Indramayu Gelar Aksi Protes di Depan DKPP, Tuntut Pemerataan Fasilitas

Indramayu

Tak Punya Kaki Usai Kecelakaan, Pria di Indramayu Ini Mendadak Didatangi Polisi Bawa Ranjang dan Sembako!

Indramayu

Gubernur Lemhanas RI Undang Kang Ade, Bahas Bentuk LSP

Hukum

Usai Toni RM Turun Tangan, Pengaduan 10 Bulan Mandek di Polres Indramayu Akhirnya Jadi LP