Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar audiensi untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani serta mencari solusi strategis guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Pertemuan ini berlangsung pada Selasa (25/3/2025) dan dipimpin oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin.
Hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, serta Kepala Bidang Hortikultura, Perkebunan, dan Penyuluhan DKPP, Mohammad Ikhwan Farkhani.
Dalam paparannya, Sugeng Heriyanto mengungkapkan kondisi ekonomi petani di Indramayu. Rata-rata hasil panen dalam satu musim mencapai 7 ton per hektare dengan pendapatan sekitar Rp45 juta. Namun, setelah dikurangi modal produksi sebesar Rp25 juta, petani hanya memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp20 juta per musim atau Rp2,5 juta per bulan.
Setelah dikurangi kebutuhan hidup, penghasilan bersih yang tersisa hanya sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Padahal, kebutuhan minimum petani mencapai Rp700 ribu. Ketimpangan ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Menanggapi kondisi ini, Sugeng menekankan pentingnya solusi komprehensif. Salah satu langkah yang ditawarkan adalah peningkatan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menekan biaya panen yang masih tergolong tinggi. Pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya serta produktivitas pertanian.
Wakil Bupati H. Syaefudin menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Poktan) di tingkat desa menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini.
“Bertani memang penuh tantangan, terutama dalam mencukupi kebutuhan petani. Namun, dengan semangat kebersamaan, kita harus mampu menghadapi persoalan ini,” ujar H. Syaefudin.
Pemkab Indramayu berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam menghadapi tantangan pertanian. Wabup Syaefudin juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, akan dilakukan untuk memastikan sektor pertanian mendapatkan perhatian khusus.
“Bupati Lucky Hakim sangat peduli terhadap pertanian karena sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian Indramayu,” tambahnya.
Selain itu, perwakilan KTNA dari Krangkeng dan Kandanghaur turut menyampaikan keluhan terkait infrastruktur dan irigasi yang belum optimal. Mereka berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam penganggaran serta pelaksanaan program untuk meningkatkan sektor pertanian. Persoalan hama tikus juga menjadi sorotan utama, mengingat dampaknya yang merugikan petani di seluruh Indramayu.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, H. Syaefudin menegaskan bahwa Pemkab Indramayu akan segera mengambil langkah konkret.
“Kami akan mengundang camat dan kepala desa (kuwu) untuk menyamakan persepsi dalam mengatasi permasalahan pertanian, khususnya terkait irigasi dan hama tikus. KTNA akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kemandirian petani di Indramayu,” tutupnya.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam menyusun strategi pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan KTNA, diharapkan kesejahteraan petani Indramayu dapat meningkat secara signifikan.

























