Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersiap mencetak sejarah baru dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan menerapkan sistem digital untuk pertama kalinya. Sebanyak 139 desa akan mengikuti pilkades serentak yang dijadwalkan pada Desember 2025 mendatang.
Baca Juga : Pemprov Jabar Siapkan Rp5 Miliar untuk Pilwu Digital di 139 Desa Indramayu
Langkah inovatif ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Kamis (24/7/2025).
“Pilkades digital adalah langkah maju menuju demokrasi yang modern, transparan, dan efisien. Ini menjadi yang pertama di Jawa Barat dan kita bangga Indramayu menjadi pelopornya,” ujar Lucky Hakim.
Fokus pada Literasi Digital dan Keamanan Sistem
Lebih dari sekadar menyediakan perangkat teknologi, Pemkab Indramayu memprioritaskan peningkatan literasi digital masyarakat. Menurut Bupati Lucky, pemahaman warga terhadap tata cara baru dalam menggunakan sistem digital menjadi krusial agar pelaksanaan pilkades berjalan lancar.
“Mekanisme ini perlu disosialisasikan secara masif. Kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi tanpa kesiapan SDM. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prinsip utama,” tegasnya.
Baca Juga : Gubernur Jabar Wajibkan e-Voting untuk Pilkades!
Lucky juga menyebut bahwa pemungutan suara akan dilakukan secara elektronik, namun tetap dibarengi dengan bukti fisik berupa cetakan surat suara. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik dan memberikan cross-check data penghitungan suara digital.
Sistem Terintegrasi dan Anti-Kecurangan
Dalam sistem baru ini, daftar pemilih akan langsung diintegrasikan dengan database kependudukan dari Dukcapil, guna memastikan akurasi dan mencegah pemilih ganda. Setiap warga hanya akan memiliki satu kesempatan memberikan suara.
“Kami menggunakan sistem enkripsi dan pengamanan berlapis pada perangkat aplikasi yang digunakan. Ini mencegah potensi manipulasi data dan menjamin suara warga tidak disalahgunakan,” ujar Bupati Lucky.
Indramayu Jadi Percontohan Pilkades Digital se-Jawa Barat
Kepala DPMDesa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyampaikan bahwa Indramayu ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan pilkades digital di Jawa Barat. Keberhasilan ini akan menjadi role model bagi pelaksanaan serupa di kabupaten/kota lain di tahun 2026.
“Ini adalah momentum penting dalam sejarah demokrasi desa. Indramayu menjadi pelopor dalam digitalisasi pemilu tingkat desa,” ujarnya.
DPMDesa akan menyiapkan tim teknis di tiap desa untuk melakukan pendampingan mulai dari simulasi hingga hari pelaksanaan. Tim ini juga akan memastikan tidak ada kendala teknis maupun kekeliruan dalam pengoperasian aplikasi.
Baca Juga : Pansus 5 DPRD Indramayu Tetapkan Syarat Calon Kuwu Tetap SMP, Aturan Baca Al-Qur’an Dihapus
Dukungan Penuh dari Pemprov Jawa Barat
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang sudah terintegrasi dengan sistem penghitungan suara digital.
Bantuan tersebut mencakup:
Komputer dan tablet voting, jaringan internet aman, aplikasi berbasis enkripsi suara dan pelatihan operator lokal
“Gubernur Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap suksesnya program ini. Kami ingin demokrasi desa tidak hanya berjalan, tetapi juga berkualitas dan adil,” tambah Ade Afriandi.
Sosialisasi dan Pelatihan Warga
Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan, DPMDesa akan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Termasuk memberikan pelatihan kepada petugas TPS digital dan relawan teknologi desa.
Kampanye edukatif ini akan dilakukan melalui berbagai media:
Sosialisasi langsung di balai desa
Simulasi pemungutan suara digital
Media sosial dan video tutorial
Brosur dan booklet panduan pemilih
Demokrasi Desa Era Digital
Dengan hadirnya pilkades digital pertama di Indramayu, demokrasi di tingkat akar rumput mulai masuk ke era baru. Ke depan, model ini diharapkan menjadi standar baru dalam pelaksanaan pemilu yang lebih modern, efisien, dan terpercaya.
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintahan akan bekerja keras agar Pilkades 2025 menjadi sukses besar dan dikenang sebagai tonggak sejarah transformasi digital di Indramayu.
“Ini bukan hanya tentang teknologi. Ini tentang bagaimana kita membangun kepercayaan rakyat melalui inovasi,” tutupnya.


























