Home / Indramayu / Ekonomi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:49 WIB

Indramayu Darurat Lapangan Kerja? Setahun 21 Ribu Warga Pergi Jadi Pekerja Migran

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Suaradermayu.com – Fenomena keberangkatan pekerja migran dari Kabupaten Indramayu kembali mencuat. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 21 ribu warga memilih bekerja di luar negeri, memicu pertanyaan tentang ketersediaan lapangan kerja di daerah lumbung padi tersebut.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu menunjukkan ribuan warga berangkat melalui perusahaan penempatan resmi, jalur mandiri, hingga perpanjangan kontrak kerja.

Angka tersebut bahkan diperkirakan belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan, karena sebagian keberangkatan melalui program pemagangan dan jalur nonformal belum seluruhnya tercatat.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menyebut lonjakan ini menandakan tren migrasi yang kembali normal setelah sempat anjlok saat pandemi COVID-19.

Baca juga  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bentuk Satgas Anti-Premanisme Usai Kantor Dinkes Bekasi Diacak-acak Ormas

“Sekarang jumlahnya hampir menyamai sebelum pandemi, yang setiap tahun bisa mencapai lebih dari 22 ribu orang,” ujarnya, Kamis (12/2/2026)

Negara tujuan pekerja migran asal Indramayu masih didominasi kawasan Asia. Taiwan menjadi tujuan paling diminati, disusul Hong Kong dan Singapura. Tingginya upah dan peluang kerja yang lebih luas menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja.

Faktor Ekonomi Jadi Pemicu Utama

Keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah serta perbedaan pendapatan yang signifikan dibandingkan di dalam negeri membuat banyak warga memilih merantau. Bagi sebagian keluarga, bekerja di luar negeri dianggap sebagai cara cepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Baca juga  LBH Ghazanfar: Pengacara Ruslandi Tidak Punya "Legal Standing" Sebagai Kuasa Hukum Keluarga Aman Yani

Namun demikian, pemerintah mengingatkan pentingnya keberangkatan melalui jalur resmi. Kasus pekerja migran yang mengalami sakit bahkan meninggal dunia di luar negeri masih ditemukan, terutama mereka yang berangkat secara ilegal dan tidak tercatat.

“Keberangkatan nonprosedural berisiko tinggi dan sulit dipantau karena tidak masuk data pemerintah,” tegas Asep.

Desa Wajib Beri Izin Sebelum Berangkat

Sebagai bentuk perlindungan, seluruh desa di Indramayu kini telah memiliki Peraturan Desa tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Calon pekerja diwajibkan melapor, mengantongi izin pemerintah desa, serta mendapatkan persetujuan keluarga sebelum berangkat.

Baca juga  Mensos: 67.886 Keluarga Diverifikasi Terima Bansos Rp3 Juta dan Rp5 Juta,

Langkah ini diharapkan dapat memastikan keamanan dan kejelasan status pekerja selama berada di luar negeri, sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah berbagai risiko, ribuan warga Indramayu tetap melihat bekerja di luar negeri sebagai harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka. (Abdul Syukur)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Indramayu Lucky Hakim Antusias Ikuti Retret di Akmil Magelang

Terpopuler

Lamban Tangani Banjir, Puluhan Warga Geruduk Dinas PUPR Indramayu

Ekonomi

Ady Setiawan Tanggapi Tuduhan Lucky Soal Tarif Air PDAM Indramayu Mahal

Indramayu

Pemudik Tertinggal Bus di Rest Area Tol Cipali, Polisi Bantu hingga Dapat Tiket Baru

Indramayu

Video Viral Kuwu Kertawinangun Ajak Warga Dukung Paslon Nina Agustina-Tobroni

Edukasi

Kejari Indramayu dan PCNU Gelar Jaksa Masuk Pesantren, Santri Dibekali Edukasi Hukum

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Ngaku Tak Mandi Gara-gara Air PDAM Mati, LBH Ghazanfar: Dia Tinggal di Cirebon, Berkilah Tak Mau Disalahkan

Indramayu

Lucky Hakim-Syaefudin Fokus pada Pembenahan Birokrasi dan Kesejahteraan Petani-Nelayan