Home / Indramayu / Kriminalitas

Sabtu, 8 April 2023 - 08:41 WIB

Dewi Susanti : Kuwu Tegalmulya Sudah Jadi Tersangka Penggelapan, Saya Minta Ditahan

Foto kolase Hajjah Dewi Susanti dan Kuwu Tegalmulya, Salamun.

Foto kolase Hajjah Dewi Susanti dan Kuwu Tegalmulya, Salamun.

Suaradermayu.com – Dewi Susanti, warga Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, mengaku sebagai korban penggelapan yang diduga melibatkan Kuwu Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Salamun alias Jhon Salamun.

Dewi mempertanyakan kepada Polres Indramayu soal tindak lanjut laporan polisi nomor : LP/B/377/IX/2022/SPKT/POLRES INDRAMAYU/POLDA JABAR  tertanggal 6 September 2022 lalu, terkait kasus dugaan penggelapan dan atau penipuan.

Dewi menyatakan kecewa dengan penyidik Polres Indramayu tidak melakukan penahanan terhadap Kuwu Salamun. Padahal, menurut Dewi status Kuwu Salamun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Barusan saya juga SMS an dengan salah satu polisi yang menangani kasus saya. Dia juga tanggapi katanya sampai ke persidangan-persidangan, maksudnya bagaimana? Seharusnya Jhon (Kuwu Salamun) waktu ditetapkan jadi tersangka langsung ditangkap,” kata Dewi, Jumat (8/4/2023).

Dewi berharap kepada Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar untuk perintahkan anggotanya segera melakukan penahanan terhadap Kuwu Salamun. Ia menanyakan mengapa pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap kuwu tersebut.

Baca juga  Rafik Alias Ganden Mangkir Dua Kali, Polisi Siapkan Gelar Perkara Atas Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

“Apakah karena tersangka (Salamun) sebagai pejabat kepala desa atau saking hebatnya sehingga tersangka tidak ditahan. Seharusnya ada keadilan dari pihak kepolisian kenapa sudah jadi tersangka sampai saat ini belum juga ditahan,” katanya.

Dewi membeberkan awal mula kasus dugaan penggelapan jual beli tanah  terjadi pada tahun 2018. Salamun pada saat itu belum menjabat sebagai kepala desa. Ia diberikan kuasa oleh seseorang untuk menawarkan tanah kepada Dewi dengan harga Rp 240 juta. Dewi pun tertarik ingin membeli tanah tersebut karena lokasinya berdekatan dengan rumah dia.

“Saya tertarik ingin membeli tanah tersebut. Saya kemudian memberikan uang muka kepada Salamun sebesar Rp 85 juta. namun di kuitansi tertulis Rp 80 juta,”kata Dewi.

Baca juga  Kuwu Wanantara Diduga Selewengkan Dana APBDes 2021 Senilai Rp 295 Juta

Berselang waktu Dewi berencana melunasi kekurangan pembayaran tanah tersebut. Ia menghubungi pemilik tanah yaitu Nurlaela, namun Nurlaela terkejut rencana Dewi ingin melunasi kekurangan pembayaran tanah itu. Nurlaela mengatakan kepada Dewi bahwa tanah tersebut telah dijual kepada orang lain. Dewi pun terkejut dan bertanya terkait uang muka yang telah diberikan kepada Salamun.

“Saya tanya bagaimana uang Rp 80 juta yang sudah diberikan? Nurlaela mengatakan uang Rp 80 juta itu sudah diberikan kepada Jhon Salamun (Kuwu Salamun). Rupanya John Salamun tidak mengembalikan uang Rp 80 juta itu kepada saya,” ujarnya.

Dewi berulang kali berusaha meminta kembali uang Rp 80 juta itu kepada Salamun. Namun, rupanya Salamun diduga tidak mempunyai itikad baik mengembalikan uang Rp 80 juta tersebut. Dewi pun kesal dan melaporkan Salamun ke polisi.

Baca juga  Toni RM Rilis Foto Aman Yani, Sosok yang Disebut-sebut Jadi Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

“Saya tahun 2018 melaporkan Salamun ke polisi, namun laporan itu proses hukumnya tidak jelas sampai tahun 2022. Kemudian pada 2022 saya melaporkan kembali Salamun ke Polres Indramayu,” ungkapnya.

Dewi mengaku sudah terlalu lelah menunggu proses hukum sejak 2018 sampai 2022. Kini tahun 2023, Salamun telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya sejak 2018 capek menunggu proses hukum. Setelah menunggu selama 5 tahun serta Salamun sudah ditetapkan sebagai tersangka, dia diluar masih berkeliaran tidak ditahan, ini tidak ada keadilan,” ucapnya kesal.

Suaradermayu.com telah menghubungi  Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muhammad Hafid Firmansyah untuk meminta tanggapan terkait pernyataan Dewi Susanti korban dugaan penggelapan. Namun, hingga berita ini ditulis, AKP Hafid belum merespon.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Pahlawan Devisa Depresi Bertahun-tahun, Gubernur Jabar Turun Tangan, Bupati Indramayu Ke Mana?

Indramayu

Bupati Indramayu Turun Tangan Tengahi Konflik Nelayan dan Kapal Tangker yang Berujung Damai

Indramayu

Juhaedi S.H Resmi Mendaftar Sebagai Bakal Calon Kuwu Singaraja, Siap Bertarung di Pilwu 2025

Indramayu

Toni RM Sambut Kapolres Indramayu Baru: Semoga Kasus Lambat-Mandeg Segera Bergerak, Masyarakat Butuh Kepastian Hukum

Indramayu

Majlis Kandang Macan Singaraja, Suasana Dzikir dan Manakiban yang Menggetarkan Hati

Ekonomi

Bupati Lucky Hakim Akui Air PDAM Indramayu Keruh dan Tak Mengalir: Minta Maaf dan Janji Kasih Kompensasi!

Indramayu

Heboh! Wabup Indramayu Ungkap Fakta Mengejutkan soal Pemecatan Pamong Desa dan TPS Dekat Pemukiman

Indramayu

Dinsos Indramayu Dukung Kampung Nelayan Sejahtera, Siap Tambah Lahan