Suaradermayu.com – Anggota DPRD Indramayu, Anggi Noviah mengkritisi anggaran gorden di Sekretariat Daerah (Setda) Indramayu yang mencapai ratusan juta rupiah.
Politikus PDI Perjuangan itu menyayangkan anggaran gorden mencapai sekitar Rp 389 juta itu bisa dialokasikan ke lain yang saat ini dibutuhkan masyakarat.
Anggi menyinggung fenomena jalan rusak yang terjadi tidak hanya di desa-desa, namun di perkotaan juga sering dijumpai jalan rusak dan berlobang. Hal ini masyarakat terkena dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut.
Ia juga mengkritisi masih banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kabupaten Indramayu rusak dan padam. Minimnya lampu penerangan jalan berpotensi memicu rawan kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat yang melintasi jalan raya dan memicu rawan tindakan kriminal yang berdampak dapat meresahkan bagi masyarakat.
“Terkait kalau untuk masalah anggaran gorden, saya cuma menyayangkan saja karena untuk saat ini masyarakat jauh lebih butuh fasilitas pembangunan insfrastuktur,” kata Anggi Noviah, Jumat (6/4/2023).
Anggi menyadari seorang anggota dewan yang mempunyai tugas fungsi pengawasan keuangan daerah, ia tak segan lakukan pengawasan langsung gorden di ruangan gedung Setda Indramayu. Bahkan, ia juga melakukan penelusuran mengecek ke tempat (toko) yang menjual gorden yang digunakan di Setda Indramayu.
Dari data yang dimiliki suaradermayu.co, pengadaan gorden di Sekretariat Daerah Indramayu melalui teknis pengadaan/penunjukan langsung kepada penyedia jasa. Dua paket pengadaan/penunjukan langsung pengadaan gorden diserahkan kepada perusahaan CV Medium Berkah Jaya.
Diketahui pada Desember 2022 lalu pengadaan gorden di Setda Indramayu dengan pagu anggaran senilai Rp 199.761.000,00. Kemudian bulan Februari 2023 pengadaan gorden kembali dilakukan denga pagu anggaran senilai Rp 199.061.500,00.
Suaradermayu.co saat ini belum menerima keterangan resmi dari Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Indramayu, Andri Muhamad Soleh.























