Home / Indramayu / Kriminalitas / Peristiwa

Jumat, 16 September 2022 - 04:08 WIB

Kejari Indramayu Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pengadaan Makanan Santri

Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Suaradermayu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan empat pejabat sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan makanan santri pada program pendidikan santri penghapal Alquran Tahun Anggaran 2020 di Kabupaten Indramayu.

Kasus ini mencuat setelah penyidik melakukan serangkaian proses penyelidikan yang akhirnya mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan makanan dan minuman untuk program tersebut. Keempat tersangka diketahui berinisial A, TH, N, dan EN.

“Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, hasilnya penyidik menetapkan empat orang tersangka berinisial A, TH, N dan EN,” ungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Indramayu, Gunawan, kepada Suaradermayu.com, Jumat (16/9/2022).

Peran dan Jabatan Keempat Tersangka

Gunawan menjelaskan bahwa para tersangka memiliki latar belakang jabatan yang beragam di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu.

TH dan A merupakan mantan pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Indramayu.

N bertindak sebagai pejabat pengadaan barang dan jasa.

Baca juga  Penyidik Kejaksaan Obok-obok Ruangan Disdik Indramayu, Dugaan Manipulasi dan Mark-up Data Peserta Didik Tengah Disidik

EN adalah pejabat pelaksana kegiatan program tersebut.

“Keempat tersangka mempunyai peran masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan yang diduga telah merugikan keuangan negara,” tegas Gunawan.

Penyidikan Masih Berlangsung, Tersangka Bisa Bertambah

Kejari Indramayu menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang telah dikumpulkan.

“Penyidikan dilakukan secara berkesinambungan. Kami mendalami bukti-bukti yang ada dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” ujar Gunawan.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa proses hukum akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan siapa pun yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Dampak Terhadap Citra Program Keagamaan

Kasus korupsi ini menjadi perhatian publik karena menyangkut program keagamaan yang sakral, yakni pendidikan santri penghapal Alquran. Program tersebut seharusnya bertujuan untuk mendukung pendidikan karakter dan keagamaan di kalangan santri, namun justru tercoreng akibat dugaan penyelewengan anggaran.

Baca juga  Sejarah yang Dibiarkan Sunyi: Pemda dan DPRD Harus Selamatkan Situs Makam Kanjeng Raden Djalari di Singajaya

Pengadaan makanan dan minuman bagi para santri ini seharusnya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan spiritual generasi muda. Namun, dugaan korupsi ini menciptakan luka dan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

Harapan Masyarakat: Proses Hukum Berjalan Transparan

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati antikorupsi berharap agar proses hukum terhadap para tersangka berjalan transparan dan akuntabel. Masyarakat menuntut agar pelaku korupsi, apalagi yang merugikan program keagamaan, dihukum secara maksimal.

“Jika benar ada pelanggaran hukum dalam program untuk santri ini, maka mereka harus dihukum seberat-beratnya. Ini bukan hanya korupsi biasa, tapi menyangkut moral dan tanggung jawab sosial,” ujar Eman salah tokoh masyarakat Indramayu.

Komitmen Kejari dan Pemerintah Daerah

Kejari Indramayu menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Langkah-langkah hukum akan terus ditempuh agar keadilan dapat ditegakkan. Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait status para pejabat yang menjadi tersangka.

Baca juga  Kejari Indramayu dan PCNU Gelar Jaksa Masuk Pesantren, Santri Dibekali Edukasi Hukum

Sebagian masyarakat juga mendesak Pemda untuk segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawasan anggaran, khususnya untuk program-program keagamaan dan sosial.

Kasus ini menjadi tamparan bagi sistem pengawasan internal pemerintah daerah. Banyak pihak berharap agar Pemkab Indramayu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam program-program sosial dan keagamaan.

“Transparansi dan akuntabilitas anggaran harus menjadi prioritas. Jangan sampai dana publik yang semestinya untuk pendidikan malah jadi ladang korupsi,” ujar pengamat kebijakan publik di Indramayu.

Kasus korupsi pengadaan makanan santri ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak dalam mengelola dana publik, terlebih ketika dana tersebut menyangkut kepentingan pendidikan dan keagamaan. Kejari Indramayu diminta untuk tidak ragu menuntaskan kasus ini dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Aksi Menyentuh Polisi Indramayu, Gendong dan Dorong Lansia Demi Nyaman Berhaji

Indramayu

Keluarga Putri Apriyani Tuntut Hukuman Mati untuk Alvian Sinaga

Indramayu

Putri Apriyani Dibunuh dan Dibakar? Kapolres Indramayu: Penyelidikan Masih Berlangsung

Indramayu

Aksi Ratusan Wartawan Indramayu Tolak RUU Penyiaran dan Tuntut Kuwu Sukagumiwang Dipenjarakan

Indramayu

Kejari Indramayu Tahan Kepala Unit Bank di Gabuswetan, Terjerat Kasus Korupsi Rp453 Juta

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Sebut Perbup Pesantren Hadiah untuk Kiai dan Santri
Ratusan warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Senin (23/6/2025).

Indramayu

Ratusan Warga Eretan Wetan Demo di DPRD dan Pendopo Indramayu, Desak Solusi Konkret Banjir Rob

Indramayu

Lucky Hakim-Syaefudin Serukan: Ini Kemenangan Rakyat Indramayu