Suaradermayu.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menurunkan tim khusus untuk merespon kondisi anak Muhammad Ziban (7) yang menderita Hidrosepalus atau penyakit kelebihan cairan otak.
Kemensos melalui pekerja sosial Sentra Phalamartha Sukabumi bersama berkoordinasi DPRD Indramayu, Dinas Sosial dan RSUD Indramayu, melakukan intervensi berdasarkan hasil assessment dan informasi dari berbagai pihak.
Tim terdiri pekerja sosial dan sosial melakukan intervensi pelayanan kepada Muhammad Ziban anak semata wayang pasangan suami istri, Ade Iwan dan Daniyah warga Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.
“Intervensi yang dilakukan itu di antaranya soal fasilitas layanan kesehatan bagi ananda Muhammad Ziban yang berfokus pada penanganan malnutrisi dan dehidrasi,” kata pekerja sosial Sentra Phalamartha Sukabumi, Deri Septiadi Dimyati, Jumat (3/3/2023).
Kata Deri, menurut hasil keterangan dokter bahwa Muhammad Ziban tidak memerlukan tindakan operasi PV Shunt, karena kondisi lingkar kepala masih sesuai dari tindakan operasi 3 tahun yang lalu dan kondisi slangnya masih baik.
Meski demikian, untuk melihat perkembangan kesehatan Muhammad Ziban, maka pihak keluarga agar selalu kontrol rutin setiap bulan.
“Kami bersama dokter dan perawat memberikan pemahaman kepada keluarga tentang pentingnya kontrol rutin serta pemberian asupan nutrisi bagi ananda Muhammad Ziban nanti jika di rumah,” kata Deri.
Masih Deri menyampaikan, Kemensos juga memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan yang layak berupa bantuan sembako, telur, minyak telon, perlengkapan mandi, minyak kayu putih, dan sebagainya.
Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan untuk keluarga berupa kewirausahaan ternak kambing dan warung kopi. Hal ini, menurut Deri, secara tidak langsung bisa menopang perekonomian keluarga serta tidak langsung untuk membantu pemenuhan hidup sehari-hari Muhammad Ziban dan membantu biaya kontrol rutin ke rumah sakit.

























