Suaradermayu.com – Yayasan As‑Shobari yang berada tepat di zona satu, langsung bersentuhan dengan lokasi operasional PT Sun Bright Lestari (PT SBL), telah mengajukan permohonan audiensi resmi kepada manajemen perseroan. Langkah ini diambil agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan bukan sekadar catatan di laporan tahunan, melainkan benar‑benar menyentuh kebutuhan nyata para siswa yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan yayasan tersebut.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Kuswanto Pujiantono, SH, Humas Yayasan As‑Shobari. Menurutnya, pihak yayasan telah mengirimkan surat resmi kepada PT SBL guna memohon agar perusahaan bersedia menerima audiensi. Dalam pertemuan yang diharapkan itu, Yayasan As‑Shobari ingin menawarkan diri untuk bekerja sama mengelola program CSR, khususnya guna memberikan dukungan materiil kepada siswa‑siswa di wilayah sekitar.
“Kami berada di ring satu, langsung bersentuhan dengan keberadaan PT SBL. Karena itu kami memohon agar PT SBL dapat menerima audiensi yang sudah kami ajukan lewat surat. Harapan kami, PT SBL bisa bekerja sama dengan kami dalam mengelola CSR, sehingga siswa yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan Yayasan As‑Shobari dapat terbantu secara materiil,” tegas Kuswanto Pujiantono, SH.
Ia menjelaskan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar meminta bantuan, melainkan mendasarkan pada ketentuan perundang‑undangan yang mengatur tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan. Di antaranya Undang‑Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang‑Undang Nomor 25 Tahun 2007, Undang‑Undang Nomor 32 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 mengenai tanggung jawab lingkungan yang harus dipenuhi oleh perseroan yang beroperasi di tengah masyarakat.
Sebagai lembaga yang setiap hari berinteraksi dengan anak‑anak dan keluarga di zona terdekat, Yayasan As‑Shobari melihat banyak siswa menghadapi kendala ekonomi dalam menempuh pendidikan. Mulai dari kebutuhan perlengkapan belajar, biaya pendukung pendidikan hingga kebutuhan harian menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga warga sekitar. Karena itu, yayasan menilai bahwa lokasi yang langsung berbatasan memberi alasan kuat agar komunitas ini menjadi salah satu prioritas utama dalam penentuan sasaran program CSR PT SBL.
“Kami tidak ingin CSR hanya terlihat pada acara seremonial. Kami ingin ada ruang dialog: bagaimana program ini direncanakan, siapa saja yang mendapat manfaat, dan apakah warga serta lembaga lokal dilibatkan sejak awal? Kami siap menyampaikan data kebutuhan siswa serta menawarkan skema kolaborasi agar bantuan tepat sasaran,” ujar Kuswanto lebih lanjut.
Yayasan As‑Shobari menyatakan siap hadir membawa profil lembaga, gambaran jumlah siswa, serta kebutuhan riil di lapangan apabila audiensi dikabulkan. Menurutnya, kolaborasi ini dapat menjadi jalan agar dana CSR benar‑benar terarah kepada kelompok yang paling dekat dengan keberadaan perusahaan, yaitu anak‑anak dan keluarga yang tinggal di zona I.
Hingga berita ini ditulis, Yayasan As‑Shobari menyatakan belum menerima jawaban resmi dari PT Sun Bright Lestari terkait permohonan audiensi tersebut. Pihak yayasan berharap manajemen PT SBL segera merespon surat yang telah dikirimkan, membuka ruang komunikasi, dan bersama‑sama memikirkan cara terbaik untuk mendukung pendidikan anak‑anak warga Indramayu di sekitar lokasi usaha.
Redaksi Suara Dermayu terus memantau perkembangan ini dan siap menampung tanggapan resmi dari pihak PT Sun Bright Lestari apabila ada pernyataan yang ingin disampaikan kepada publik.




























