Home / Pendidikan / Indramayu / Terpopuler

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Temuan BPK Rp56 Miliar: Kepala Dinas Pendidikan Indramayu Tak Becus Kelola Dana BOS

Suaradermayu.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat menemukan pelanggaran serius dalam pengelaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp56.000.468.200,00 atau setara Rp56 miliar lebih.

Dana yang digunakan untuk membayar honorarium ribuan guru dan tenaga kependidikan non-ASN, justru tercatat keliru masuk ke pos anggaran yang khusus diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2024, tercatat 99,72% dari total anggaran BOS senilai Rp56,15 triliun dibukukan sebagai Belanja Pegawai. Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, pos Belanja Pegawai secara tegas hanya boleh digunakan untuk pembayaran hak ASN, sedangkan honor tenaga non-ASN wajib dicatat dalam pos Belanja Barang dan Jasa.

Baca juga  Kasus Bejat Gegerkan Indramayu, 2 Guru Cabuli 22 Siswa, DPRD Minta Pelaku Diburu

Kesalahan pencatatan ini membuat laporan keuangan menjadi menyesatkan: Belanja Pegawai tercatat lebih tinggi, sementara Belanja Barang dan Jasa justru kurang tercatat senilai Rp56 miliar. BPK menilai fungsi pengendalian intern anggaran daerah tidak berjalan optimal, dan menunjuk tiga pihak yang dinilai kurang cermat: Kepala Dinas Pendidikan selaku pengguna anggaran, Kepala BKAD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang gagal memeriksa kesalahan sejak tahap penyusunan.

Pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengakui temuan tersebut dan berjanji menindaklanjuti rekomendasi BPK dalam batas waktu maksimal 60 hari. Namun hingga kini, belum ada kejelasan teknis maupun penjelasan publik dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu.

Baca juga  Detik-Detik Mahasiswa Polindra Terhisap Pusaran Cimanuk: Saksi Mata Ceritakan Kepanikan di Bendungan Bangkir

Redaksi Suaradermayu.com telah melayangkan permohonan klarifikasi resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si.

Redaksi menanyakan kronologi kejadian, dampak bagi pencairan hak guru honorer, langkah perbaikan, serta jaminan agar kesalahan serupa tidak terulang. Redaksi pun menawarkan kesempatan pertemuan tatap muka untuk pembahasan yang lebih mendalam.

Namun hingga berita ini ditayangkan, Kepala Disdikbud belum memberikan tanggapan, penjelasan, maupun penolakan apapun. Sikap bungkam ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan tenaga pendidik: Apakah sekadar ketidaktelitian menjadi alasan yang dapat diterima untuk kesalahan bernilai puluhan miliar rupiah?

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Tegaskan Liburan ke Jepang Tidak Gunakan Dana Negara, Fokus Pangkas Anggaran untuk Infrastruktur

Publik Indramayu berhak mendapatkan kepastian: Apakah kesalahan pencatatan ini sempat menghambat pencairan hak guru honorer di lapangan? Bagaimana perbaikan postur anggaran akan dilakukan agar tidak merugikan proses belajar mengajar? Dan apa langkah tegas yang diambil agar amanah uang rakyat tidak lagi menjadi sekadar angka yang keliru di atas kertas?

Sesuai ketentuan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, Redaksi Suaradermayu.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan penjelasan maupun klarifikasi kapan saja setelah pemberitaan ini dimuat. (Tim Redaksi)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Menteri Imigrasi Wacanakan Lapas Tengah Laut di Indramayu, Disebut Lebih Terpencil dari Nusakambangan

Indramayu

Teriakan Warga Pecah Sore Hari, Terduga Maling Motor Babak Belur Diamankan Polisi di Singajaya

Indramayu

Polemik Memanas, Kader PDIP Indramayu Beda Pendapat Soal Keabsahan Rapat DPRD

Indramayu

Dugaan Malpraktik Persalinan, Dirut RSUD MA Sentot : Penanganan Sudah Sesuai SOP

Indramayu

Tabrakan Beruntun Libatkan Truk Alat Berat di Widasari, 3 Orang Terluka!

Terpopuler

Polytama Gandeng SDM Lokal untuk Pembangunan Jetty dan Propylene Storage Tank di Indramayu

Kriminalitas

Dini Hari Mencekam di Parean Girang: Geng Motor Lari Tunggang-Langgang, Tinggalkan Sajam dan Motor

Indramayu

Bupati Lucky Sebut Pabrik Sepatu Terisi Indramayu, Serap 30 Ribu Warga!