Home / Indramayu / Terpopuler

Kamis, 10 November 2022 - 00:25 WIB

Kasus Gizi Buruk di Indramayu, PKB Tuding Dinkes Tak Peka

Lissa Ameliya Safitri (15) warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu penderita gizi buruk

Lissa Ameliya Safitri (15) warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu penderita gizi buruk

Suaradermayu.com – Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu Ahmad Mujani Nur meminta perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu agar mendeteksi lebih dini soal kasus anak yang menderita gizi buruk.

Pasalnya, dalam dua pekan terakhir, dua  kasus gizi buruk yang menimpa anak terdeteksi oleh media massa sehingga ramai diperbincangkan.

” Harusnya pemerintahan sekarang ini bisa mendeteksi dan mengetahui lebih dini anak yang menderita gizi buruk itu. Tapi, fakta sebaliknya pemerintah tidak mengetahui, ” kata Mujani, Rabu (9/11/2022).

Mujani menegaskan, bahwa Pemkab Indramayu tidak bisa mendeteksi dini kasus gizi buruk yang menimpa anak, hal ini menunjukan program dokter masuk rumah (Dok-Maru) yang di canangkan Pemkab Indramayu tidak maksimal.

Baca juga  Curhatan Nelayan Kecil Singaraja Indramayu Dilarang Beli Solar Subsidi

” Pemerintah harus segera melakukan langkah-langkah kongkrit soal kasus gizi buruk ini, jangan sampai hanya pencitraan belaka, ” ujar dia.

Menurutnya, kasus gizi buruk yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Indramayu. Pasalnya, kasus gizi buruk menimpa kepada keluarga yang tidak mampu, sehingga pemerintah wajib memperhatikannya.

” Kami meminta Dinas Kesehatan Indramayu harus peka dan serius menangani permasalahan gizi buruk, karena suatu daerah banyak penderita gizi buruk tanggung jawab ada di pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan, ” tandasnya.

Sebelumnya, dua kasus penderita gizi buruk ditemukan di wilayah Kabupaten Indramayu. Pada akhir Oktober lalu, ditemukan seorang penderita gizi buruk bernama Eri Shinta berusia 10 tahun di sebuah kontrakan rumah di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Baca juga  Banjir Tak Kunjung Tuntas, PKB Indramayu Turun Langsung Salurkan Bantuan

Anak pasangan Wahyu dan Rasingkem ini tidak bisa tumbuh normal seperti anak pada umumnya. Eri dirawat oleh ayahnya seorang diri, sekitar 2 tahun lalu ibunya Rasingkem telah meninggal dunia.

Di rumah kontrakan berdinding batu bata, Eri Shinta biasa tidur diatas ayunan kain yang terbuat dari sarung. Terkadang Eri tidur dengan beralaskan tikar di kamar rumah.

Baca juga  Tolong! Remaja Indramayu Penderita Gizi Buruk Butuh Perhatian Pemerintah

” Tidak punya kasur mas, ” ujar Wahyu, dikutip suaradermayu.com (30/10/2022).

Kemudian kasus gizi buruk lain menimp Lissa Ameliyah Safitri, remaja berusia 15 tahun menderita gizi buruk asal Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kondisinya memprihatinkan.

Anak kelima pasangan suami istri Nurakhmat (53) dan Turinih (43) itu mempunyai bobot badan hanya sekitar 10 kilogram. Kondisi tubuhnya kurus kering seolah hanya menyisakan kulit dan tulang saja.

” Berat badannya hanya sekitar 10 kilogram, ” ucap Nurakhmat, dikutip suaradernayu.com Selasa (8/11/2022).

Kedua anak penderita gizi buruk, Lissa Ameliyah Safitri dan Eri Shinta kini tengah ditangani tim medis dari pemerintah untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

 

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Transformasi Digital PDAM Indramayu, Perkuat Pelayanan Air Bersih Berbasis Teknologi

Terpopuler

Kejati Jabar Ungkap Rp3 Miliar Titipan Jadi Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi BPR Karya Remaja

Hukum

Rafik Alias Ganden Mangkir Dua Kali, Polisi Siapkan Gelar Perkara Atas Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

Terpopuler

Ridwan Kamil Jalani Tes DNA di Bareskrim, Jawab Tuduhan Skandal dengan Lisa Mariana

Terpopuler

Pemerintah Salurkan Pupuk Bersubsidi Mulai 1 Januari 2025, Ini Mekanisme dan Harganya

Terpopuler

Jokowi Resmi Hapus Kelas 1, 2, 3 BPJS, Ini Tanggal Berlakunya!

Indramayu

Bawaslu Jabar Bakal Periksa Paslon Nina-Tobroni

Indramayu

Hendak Mudik ke Indramayu, Ayah dan Anak Ditelantarkan Bus ALS di Tol Cipali