Home / Terpopuler / Indramayu / Kriminalitas

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:23 WIB

Sosok Zulhelpi, Keluarga Korban yang Selalu Emosi dan Bikin Sidang Pembunuhan Indramayu Memanas

Adik ipar korban H Sahroni, Zulhelpi, meluapkan emosi di ruang persidangan pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu

Adik ipar korban H Sahroni, Zulhelpi, meluapkan emosi di ruang persidangan pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu

Suaradermayu.com — Nama Zulhelpi kembali menjadi sorotan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (13/5/2026).

Pria yang merupakan adik ipar dari korban H Sahroni itu kembali meluapkan emosinya di tengah jalannya persidangan setelah mendengar kesaksian terdakwa Ririn Rifanto di hadapan majelis hakim.

Suasana ruang sidang mendadak memanas ketika Ririn mengaku mendapatkan tekanan dan penyiksaan saat menjalani pemeriksaan penyidik hingga dipaksa mengakui dirinya sebagai pelaku pembunuhan.

Tak hanya itu, Ririn juga mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan bersikukuh dirinya bukan pelaku dalam pembunuhan sadis yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga tersebut.

Dalam keterangannya, Ririn bahkan menyebut mantan kuasa hukumnya, Ruslandi, tidak mendampinginya selama proses pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, Ruslandi hanya datang untuk dokumentasi foto lalu pergi meninggalkannya.

Baca juga  Bupati Indramayu Gandeng KPK Cegah Korupsi Terintegrasi

Mendengar pengakuan tersebut, Zulhelpi yang duduk di kursi pengunjung sidang langsung tersulut emosi. Dengan nada tinggi, ia berteriak ke arah terdakwa di tengah persidangan yang sedang berlangsung.

“Semua omongan diputarbalikan faktanya, dasar kamu pembunuh!” teriak Zulhelpi hingga membuat suasana sidang ricuh dan tegang.

Petugas keamanan pengadilan pun sempat turun tangan untuk menenangkan suasana agar jalannya persidangan tetap kondusif.

Bukan kali pertama Zulhelpi menunjukkan emosinya di ruang sidang. Dalam beberapa persidangan sebelumnya, dirinya juga beberapa kali meluapkan kemarahan karena merasa keterangan terdakwa terus berubah-ubah dan dianggap memutarbalikkan fakta yang sudah terungkap.

Usai persidangan, Zulhelpi mengaku dirinya tidak mampu menahan emosi karena merasa keluarga korban terus disakiti dengan pengakuan-pengakuan yang menurutnya tidak sesuai fakta.

Baca juga  Pahlawan Devisa Depresi Bertahun-tahun, Gubernur Jabar Turun Tangan, Bupati Indramayu Ke Mana?

“Omongannya muter terus, enggak jelas. Kami merasa fakta sebenarnya malah dibelokkan,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Zulhelpi, kemarahannya muncul karena dirinya ingin keadilan benar-benar ditegakkan untuk keluarganya yang menjadi korban pembunuhan brutal tersebut.

Ia bahkan menegaskan dirinya akan terus bersuara selama persidangan masih berlangsung.

“Sampai kapan pun saya akan lawan kalau fakta diputarbalikkan,” katanya tegas.

Zulhelpi juga mengungkapkan bahwa hubungan keluarganya dengan para korban sangat dekat. Ia mengaku sejak kecil dirinya bersama sang istri ikut merawat Budi, salah satu korban yang tewas dalam tragedi berdarah tersebut.

“Makanya kami enggak bisa terima begitu saja,” ucapnya dengan nada emosional.

Diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga itu terjadi di rumah korban di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, pada Kamis malam (28/8/2025).

Baca juga  Fakta Mengejutkan! Polisi Terseret Dugaan Fee Rp16 Miliar Proyek Bekasi

Lima korban ditemukan meninggal dunia dalam kejadian tersebut, yakni H Sahroni (75), Budi (45), istrinya Euis (40), anak mereka RK (7), dan seorang bayi berusia delapan bulan.

Jenazah para korban ditemukan beberapa hari kemudian setelah warga mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah korban.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan sebagai tersangka. Namun dalam persidangan, Ririn membantah dirinya sebagai pelaku utama dan menyebut adanya pihak lain yang diduga ikut terlibat, yakni Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko.

Hingga kini, sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu masih terus menjadi perhatian publik karena menghadirkan berbagai pengakuan, bantahan, dan ketegangan di setiap persidangan. (Red/Waryadi)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Materi Stand Up “Mens Rea” Dipersoalkan, Kader NU Laporkan Pandji ke Polisi

Indramayu

Kasus Penganiayaan Anak 12 Tahun di Kebulen Indramayu, Toni RM Desak Polisi Tetapkan Tersangka!

Ekonomi

Heboh! Bupati Lucky Hakim Ungkap Proyek Rp4,6 M untuk Kampung Nelayan Sejahtera di Kandanghaur
Wakil Bupati Lucky Hakim

Indramayu

Staf Pendopo Bantah Klaim Lucky Hakim Soal Kunci Ruang Kerja Wakil Bupati Indramayu

Indramayu

Motif Uang dan Upaya Bunuh Diri, Toni RM Beberkan Fakta Baru Kasus Alvian Sinaga

Daerah

Toni RM: Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kapolresta Sleman Pakai Otak Gak?

Indramayu

Menumbuhkan Asa dari Desa: Kopdes Merah Putih Kalianyar Indramayu Gelar Penjaringan Calon Anggota

Indramayu

Wabup Indramayu Tinjau Langsung Banjir Rob di Eretan Wetan, Janji Perjuangkan Solusi Permanen