Suaradermayu.com — Permasalahan narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius dengan dampak multidimensi yang memengaruhi kesehatan, sosial, hingga keamanan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengerahkan sebanyak 1.818 fasilitator Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna memperkuat upaya pencegahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan berdasarkan hasil survei prevalensi nasional tahun 2025, angka penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih tinggi dan membutuhkan langkah strategis yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembentukan fasilitator P4GN menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat layanan kepada masyarakat. Para fasilitator akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta memperluas jangkauan program pencegahan di berbagai wilayah.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan. Seluruh pegawai BNN sebagai insan antinarkoba harus tetap berinovasi dan memberikan pelayanan P4GN terbaik kepada masyarakat,” ujar Tantan dalam arahannya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Caca Syahroni, menjelaskan bahwa pelatihan fasilitator disusun dengan kurikulum komprehensif. Materi yang diberikan mencakup bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, aspek hukum dan kerja sama, serta layanan publik, pengaduan, dan informasi masyarakat, termasuk layanan dari Pusat Laboratorium Narkotika BNN.
Fasilitator P4GN yang mengikuti pelatihan merupakan pegawai BNN dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Mereka nantinya akan ditugaskan di berbagai daerah di Indonesia guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memperkuat jangkauan layanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan peran sebagai fasilitator, termasuk membangun jejaring kerja dan menyampaikan layanan P4GN secara optimal kepada masyarakat.
BNN menargetkan kehadiran para fasilitator dapat mempercepat implementasi program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman narkoba yang terus berkembang. (Moh. Ali)
























