Suaradermayu.com – Warga Desa Sukawera, Blok Tengah RT 04 RW 01, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, kembali menunjukkan semangat gotong royong. Mereka ramai-ramai turun tangan memperbaiki jalan rusak yang bertahun-tahun tidak diperbaiki dan selalu tergenang saat hujan, menyulitkan aktivitas masyarakat.
Dalam rekaman video yang beredar, Kuwu Suwanto terlihat bersitegang dengan warga. Dalam bahasa Indramayu, ia menyalahkan warga karena tidak berkoordinasi dengan pemerintah desa dan menyebut perbaikan jalan yang dilakukan warga salah prosedur.
“Nguruge salah karena seharus e sirtu simalaka (Mengurugnya salah karena seharusnya pakai sirtu Simalaka),” ucap Kuwu Suwanto dalam rekaman video tersebut.
Beberapa warga terlihat kesal dan sempat bersitegang, namun beruntung warga lain melerai sehingga situasi tidak semakin memanas.
Risnawati (33), warga setempat yang menjadi koordinator pengumpulan urunan, menyebut bahwa jalan rusak ini sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Ia mengaku sering menyampaikan keluhan ke pemerintah desa, namun tidak pernah ditindaklanjuti.
“Lebih 5 tahunan jalan ini rusak, berlubang makin bertambah lubangnya. Sekarang Pak Kuwu datang ke lokasi malah terkesan menyalahkan warga yang sedang memperbaiki jalan,” ujarnya.
Melihat kondisi yang tak kunjung diperbaiki, Risnawati menggerakkan warga untuk melakukan swadaya. Ia mengoordinir pengumpulan dana dari warga setempat hingga warga Sukawera yang bekerja di luar negeri. Seluruh biaya berasal murni dari masyarakat.
“Dana ini murni dari warga, baik yang tinggal di sini maupun yang bekerja di luar negeri. Tidak ada dari pemerintah,” tegasnya.
Dengan dana yang terkumpul, warga membeli dua truk batu koral serta satu truk pasir dan batu untuk menutup titik-titik jalan yang rusak.
“Alhamdulillah, walau hanya dengan dua truk batu koral dan satu truk pasir dan batu, sedikit banyak bisa membantu memperbaiki jalan,” tambah Risnawati.
Warga pun bergotong royong meratakan batu dan menutup lubang-lubang jalan. Meski belum permanen, langkah ini cukup mengurangi genangan air dan membuat jalan lebih aman dilalui.
Subakti (46), warga yang ikut memperbaiki jalan, menambahkan bahwa ia sudah berkali-kali menyampaikan kondisi jalan melalui RT setempat, namun tidak pernah ada tindak lanjut.
“Sudah beberapa kali saya sampaikan lewat RT, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Karena itu kami terpaksa swadaya. Daripada terus rusak dan membahayakan, lebih baik kami perbaiki sebisanya,” ujarnya.
Sementara itu, H. Sumali (52), tokoh masyarakat setempat, berharap pemerintah dapat lebih peka terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak.
“Warga sudah berusaha semampunya. Harapan kami ke depan, pemerintah bisa turun tangan agar jalannya diperbaiki secara permanen. Jalan ini dipakai semua orang,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kuwu Desa Sukawera, Suwanto, belum bisa dikonfirmasi secara resmi terkait aksi warga yang memperbaiki jalan secara swadaya.
Aksi swadaya ini tetap menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas warga Sukawera. Mereka bergerak bukan karena memiliki banyak, tetapi karena ingin memperbaiki lingkungan dan memudahkan aktivitas sesama. (Tim Redaksi)
























