Suaradermayu.com – Kabar miris datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu. Seorang siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Adelia Nur Safitri, viral di media sosial karena tidak bisa mengikuti ujian tengah semester akibat tunggakan biaya sekolah sebesar Rp4,9 juta.
Sejak Selasa (16/9/2025), Adelia memilih mengurung diri di kamar rumahnya di Blok Kali Song, Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur. Putri pasangan Subrata dan Yanti itu disebut murung dan enggan keluar rumah lantaran merasa malu tidak bisa mengikuti ujian.
“Dia hanya menangis di kamar. Katanya malu sama teman-teman karena ditagih tunggakan sekolah,” tutur sang ibu, Yanti, Kamis (18/9/2025).
Tunggakan Biaya Jadi Penghalang
Ayah Adelia, Subrata, mengaku bingung mencari solusi. Ia berharap ada keringanan dari pihak sekolah atau bantuan dari pemerintah agar anaknya bisa kembali belajar tanpa tekanan biaya.
“Kami ingin anak bisa sekolah seperti teman-temannya. Kalau ada keringanan, kami siap mencicil,” ujarnya.
Tuai Simpati Publik
Kisah Adelia ramai dibagikan warganet dan menuai simpati luas. Banyak pihak mendesak agar dunia pendidikan tidak lagi menghalangi siswa menempuh ilmu hanya karena masalah finansial.
Pemerhati pendidikan Indramayu, Ahmad Rifai, menegaskan kasus ini harus menjadi perhatian serius.
“Negara wajib menjamin pendidikan anak bangsa. Jangan sampai ada siswa depresi atau putus sekolah karena biaya,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Muhammadiyah Kandanghaur belum memberikan keterangan resmi terkait kasus siswi yang gagal ikut ujian karena tunggakan pembayaran.


























